KENDARI, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menegaskan dukungannya terhadap agenda transformasi PT BPR Bahteramas (Perseroda) melalui rencana konsolidasi seluruh BPR Bahteramas di Sulawesi Tenggara. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (11/6/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dukung Merger BPR Bahteramas Demi Perkuat Ekonomi,”

Forum yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, itu tidak hanya mengevaluasi capaian kinerja perusahaan selama 2025, tetapi juga menetapkan arah kebijakan bisnis pada 2026, termasuk rencana penggabungan 12 PT BPR Bahteramas di tingkat kabupaten dan kota menjadi satu entitas untuk memperkuat daya saing dan struktur permodalan.
Bupati Muhammad Adios menyatakan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan siap mendukung seluruh keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPS tersebut. “Sebagai salah satu pemegang saham, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mendukung penuh langkah-langkah strategis ini. Kami berharap BPR Bahteramas semakin sehat, transparan, akuntabel, dan profesional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas transformasi kelembagaan, RUPS juga menyoroti evaluasi kinerja tahun buku 2025, penyelesaian kredit bermasalah, optimalisasi setoran dividen, serta pengisian sejumlah posisi manajemen yang masih kosong di beberapa wilayah. Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya sinergi seluruh pemegang saham untuk menghasilkan keputusan konkret. “RUPS ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja dan mematangkan rencana bisnis ke depan,” katanya.
Menurut rencana, proses merger dilakukan sebagai implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 yang bertujuan memperkuat ketahanan industri perbankan daerah melalui peningkatan tata kelola, efisiensi operasional, dan kapasitas permodalan. Target penyelesaiannya dipatok hingga akhir 2026 atau paling lambat April 2027.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota yang terus memperkuat eksistensi BPR Bahteramas melalui penyertaan modal daerah. “Dukungan pemerintah daerah menjadi fondasi penting agar proses konsolidasi berjalan optimal dan mampu meningkatkan kinerja bank,” ungkapnya.
Secara historis, kebijakan konsolidasi perbankan telah lama menjadi strategi untuk memperkuat sistem keuangan. Di Indonesia, restrukturisasi sektor perbankan pascakrisis ekonomi 1997–1998 melahirkan berbagai merger bank nasional sebagai upaya meningkatkan kesehatan industri. Di tingkat internasional, tren penggabungan lembaga keuangan juga dilakukan di sejumlah negara setelah krisis keuangan global 2008 guna memperkuat modal, meningkatkan efisiensi, dan menjaga stabilitas sistem perbankan.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Akurasi Data …
Pengurus BKMT Kadatua-Batauga Dilantik, Ny Siti Norma Adios akan Perkuat Syiar Islam di Daerah
Kehadiran Muhammad Adios dalam RUPS tersebut sekaligus menegaskan posisi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan sebagai pemegang saham yang aktif mengawal arah kebijakan perusahaan. Acara ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara, kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan OJK Sulawesi Tenggara, Direktur Utama Bank Sultra, serta jajaran direksi dan komisaris PT BPR Bahteramas.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, transformasi BPR Bahteramas diharapkan melahirkan lembaga intermediasi yang lebih kuat, sehat, dan mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Sulawesi Tenggara.(*)
baca berita lainnya:

Kegiatan yang dihadiri pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Buton Selatan, Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Kadatua, serta para tenaga pendidik tersebut mengusung tema “Bermain Bersama Bunda PAUD, Menumbuhkan Semangat Pendidikan Anak Usia Dini, dan Sinergi Mendukung Tumbuh Kembang Anak.” Rombongan disambut hangat oleh guru, orang tua, dan peserta didik yang mengikuti berbagai aktivitas interaktif.
Dalam kesempatan itu, Ny. Siti Norma Adios menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak. “PAUD bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga tempat anak-anak belajar mandiri, disiplin, percaya diri, dan membangun karakter melalui bermain yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa usia dini merupakan golden age atau masa emas perkembangan anak yang harus diisi dengan stimulasi positif, kasih sayang, dan metode pembelajaran kreatif. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada lembaga sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. “Peran guru tidak akan maksimal tanpa sinergi dari orang tua dalam mendampingi anak di rumah,” katanya.
Selain meninjau langsung lingkungan belajar dan bermain bersama anak-anak, Bunda PAUD Buton Selatan memberikan apresiasi kepada para guru PAUD atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda. Ia menilai pengabdian tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan usia dini di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ny. Siti Norma Adios menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun dan penguatan pendidikan inklusif. “Pendidikan harus mampu menjangkau semua anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal bersama teman-temannya,” ungkapnya.
Secara historis, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia semakin menguat setelah pemerintah memperluas kebijakan pengembangan PAUD sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan integrasi layanan pendidikan sejak usia dini. Program tersebut kemudian diperkuat melalui berbagai kebijakan nasional yang mendorong pemerataan akses dan peningkatan mutu pembelajaran bagi anak-anak di seluruh wilayah.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan Pancasila Jawaban atas Tantangan Global
- Pengurus BKMT Kadatua-Batauga Dilantik, Ny Siti Norma Adios akan Perkuat Syiar Islam di Daerah
Di tingkat internasional, pentingnya investasi pada pendidikan usia dini juga telah lama menjadi perhatian berbagai lembaga global. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pengalaman belajar berkualitas pada masa awal kehidupan berkontribusi terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.
Melalui kunjungan ini, Bunda PAUD Kabupaten Buton Selatan berharap seluruh lembaga PAUD di Kecamatan Kadatua terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang ramah anak dan memperkuat kemitraan dengan keluarga serta masyarakat. Kehadiran berbagai unsur Bunda PAUD di tingkat kabupaten hingga desa menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan optimal setiap anak.(*)



