Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Wakatobi akhir tahun 2017 ini menargetkan penambahan daya di dua pulau yakni Kaledupa dan Tomia. Akan tetapi penanganan tambah daya di pulau Binongko itu adalah inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi.
Manager PLN Rayon Wakatobi Abdul Azis, saat ditemui Baubau Post, Senin (07/08) mengatakan, penambahan daya untuk pulau Kaledupa dan Tomia merupakan program PLN dan tidak ada kaitannya dengan rencana pemerintah Kabupaten Wakatobi.
“Untuk pulau Kaledupa dan Tomia direncanakan akhir tahun 2017 ini ada penambahan daya masing-masing pulau mendapat tambahan 1000 kw, sementara proses pengiriman mesin dari pulau Jawa. Ini murni program PLN agar desa-desa yang belum teraliri listrik bisa ikut terlayani,” ungkapnya.
Penambahan daya masing-masing 1000 kw di pulau Kaledupa dan Tomia itu bukan untuk pelayanan 24 jam, melainkan untuk melayani desa-desa yang belum teraliri listrik.
“Dua pulau itu daftar tunggu ada 500 lebih, kalau untuk Binongko mungkin rencana Pemkab Wakatobi karena kami pernah mendengar itu akan diusahakan Pemda 1000 kw,” tegas Abdul Azis.
Lanjutnya, pulau Kaledupa dan Tomia baru mendapatkan tambahan daya untuk melayani desa-desa yang belum teraliri. Namun tidak menutup kemungkinan masyarakat di dua pulau itu akan menikmati pelayanan 24 jam.
“Memang kita juga rencanakan di dua pulau itu untuk dilakukan pelayanan 24 jam, namun itu tergantung kebijakan kantor pusat. Kami di Wakatobi hanya menunggu perintah,” tutupnya.
Untuk diketahui bahwa pernyataan manager PLN Rayon Wakatobi itu berbanding terbalik dengan rencana Pemkab Wakatobi. Beberapa waktu lalu, Kadis PU dan Penataan Ruang Wakatobi, Nur Saleh telah mengumbar janji melalui media masa bahwa diakhir tahun 2017 ini, pemkab Wakatobi akan memberikan pelayanan listrik 24 jam untuk masyarakat pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko.(*)



