Bupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat DikukuhkanBupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat Dikukuhkan

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buton Selatan resmi dikukuhkan di Gedung Lamaindo, Batauga, Sabtu (15/8/2026) malam. Mereka akan menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Lakarada, Batauga, Senin (17/8/2026). “Bupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat Dikukuhkan,”

Bupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat Dikukuhkan
Bupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat Dikukuhkan

Pengukuhan tersebut menandai berakhirnya rangkaian seleksi dan pembinaan yang harus dilalui para pelajar sebelum dipercaya mengemban tugas kenegaraan. Prosesi dihadiri Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, Ketua DPRD beserta anggota, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Busel Hj. Siti Norma Adios, Ketua Dharma Wanita Persatuan, unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat Batauga, serta orang tua dan keluarga anggota Paskibraka.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Adios menekankan bahwa tugas yang diberikan bukan sekadar menjalankan tata upacara, melainkan amanah yang berkaitan dengan penghormatan terhadap simbol negara. Ia menilai kedisiplinan, ketangguhan, dan karakter yang terbentuk selama pembinaan harus menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan tugas pada peringatan kemerdekaan.

“Kalian telah melewati proses seleksi dan pembinaan yang ketat. Hari ini, di hadapan pimpinan daerah dan orang tua, kalian resmi dikukuhkan sebagai penjaga simbol kedaulatan negara,” kata Adios.

Ia meminta 72 anggota Paskibraka menjaga disiplin, kesetiaan terhadap Pancasila, serta kerendahan hati dalam menjalankan tugas. Menurut dia, pengalaman menjadi Paskibraka seharusnya tidak berhenti pada prosesi pengibaran bendera, tetapi berlanjut menjadi keteladanan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

“Paskibraka bukan sekadar pasukan baris-berbaris, melainkan cermin nyata semangat persatuan dan kualitas generasi penerus Buton Selatan,” ujarnya.

3 10

Secara historis, pembentukan Paskibraka berakar dari gagasan pengibaran Bendera Pusaka pada 17 Agustus 1946 di Gedung Agung Yogyakarta. Presiden Soekarno ketika itu menugaskan Mayor Husein Mutahar mempersiapkan upacara dan menunjuk lima pemuda sebagai pengibar bendera, dengan komposisi yang dimaksudkan sebagai simbol persatuan bangsa.

Tradisi tersebut bertaut dengan sejarah Merah Putih sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Bendera Pusaka pertama kali dikibarkan setelah pembacaan Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta oleh Latief Hendraningrat dan Suhud. Karena faktor usia dan kondisi bendera, pengibaran di Istana sejak 1969 menggunakan bendera duplikat. Dalam konteks internasional, penghormatan terhadap bendera juga menjadi bagian dari simbol identitas dan persatuan. Perserikatan Bangsa-Bangsa, misalnya, menetapkan benderanya melalui Resolusi Majelis Umum 167 (II) pada 20 Oktober 1947 dan mengatur penggunaannya melalui kode bendera untuk menjaga martabat simbol organisasi.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong APBD Busel 2027 Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
  2. 91 Peserta Ramaikan GJI HUT RI ke-81 di Kabupaten Buton Selatan

Bagi 72 Paskibraka Busel, seluruh proses tersebut kini bermuara pada tugas di Lapangan Lakarada. Pemkab Buton Selatan berharap mereka mampu menjalankan pengibaran Sang Merah Putih secara tertib, khidmat, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(*)

baca berita lainnya:

 

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan pengabdian, dan mempercepat pembangunan daerah melalui kerja nyata. “HUT ke-81 RI, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata,”

HUT ke-81 RI, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

    HUT ke-81 RI, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Ajakan itu disampaikan Adios dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Buton Selatan di Gedung Lamaindo, Batauga, Jumat (14/8/2026). Rapat tersebut digelar untuk mendengarkan pidato pengantar bupati dalam rangka menyambut HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Menurut Adios, kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pendiri bangsa. Karena itu, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setiap peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan sejauh mana kita telah mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Adios.

Ia mengatakan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Kedaulatan, menurut dia, harus dimaknai sebagai kemampuan bangsa menentukan masa depannya secara mandiri. Sementara keadilan dan kemakmuran harus diwujudkan melalui pemerataan hak, kesempatan, serta kesejahteraan masyarakat.

Semangat tersebut, lanjut Adios, menjadi bagian dari arah pembangunan Buton Selatan melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal. Pencapaiannya membutuhkan sinergi pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Buton Selatan Dodi Hasri mengatakan rapat paripurna yang biasanya digelar pada 16 Agustus dimajukan menjadi 14 Agustus karena 16 Agustus 2026 ditetapkan sebagai hari libur. Penyesuaian itu mengacu pada Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026 tertanggal 11 Agustus 2026. Dodi mengajak masyarakat meneladani patriotisme para pejuang dengan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

baca juga:

  1. Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios …
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Kukuhkan Sadidi Jadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tujuh ASN Purnabakti

Secara historis, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 menandai berakhirnya masa penjajahan dan menjadi tonggak berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka. Semangat mengisi kemerdekaan melalui pembangunan juga sejalan dengan pengalaman banyak negara pascaperang di dunia yang menjadikan persatuan, tata kelola, pendidikan, dan pembangunan ekonomi sebagai fondasi memperkuat kedaulatan. Karena itu, Adios mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan akar sejarah. “Marilah kita bersama-sama melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata, inovasi dan semangat demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” pungkasnya. (*)

 

Visited 19 times, 19 visit(s) today