Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya YahyaSafari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya Yahya

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menyatakan komitmen penuh mendukung pembangunan pesantren sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., saat menyambut kedatangan pendakwah nasional Buya Yahya dalam Safari Dakwah Kepulauan Buton di Masjid Raya Nurul Fitri, Senin (3/8/2026). “Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya Yahya,”

Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya Yahya
Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya Yahya

Kedatangan Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah itu menjadi pembuka rangkaian Safari Dakwah Kepulauan Buton. Ribuan warga memadati Masjid Raya Nurul Fitri untuk mengikuti tausiah sekaligus menyambut salah satu ulama yang dikenal luas melalui dakwahnya di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Adios menegaskan kesiapan pemerintah daerah apabila Buya Yahya berkenan membangun pesantren di Buton Selatan. Menurutnya, keberadaan pesantren akan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta karakter keislaman yang kuat.

“Jika Buya Yahya berkenan membangun pesantren di Buton Selatan, kami siap mendukung sepenuhnya. Siap, itu siap 100 persen,” tegas Muhammad Adios.

Selain menyatakan dukungan terhadap pembangunan pesantren, Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Buya Yahya di Bumi Gajah Mada Buton Selatan. Ia meyakini safari dakwah tersebut akan membawa keberkahan bagi daerah serta memperkuat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat.

“Kami meyakini kehadiran Buya Yahya akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Buton Selatan. Beliau mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk semakin beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujar Adios.

3 4

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat yang memenuhi Masjid Raya Nurul Fitri menunjukkan tingginya semangat warga dalam memperkuat syiar Islam. Pemerintah daerah berharap momentum tersebut menjadi awal terjalinnya sinergi yang semakin erat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius dan berakhlak mulia.

“Pembangunan pesantren merupakan amal yang sangat mulia. Manfaatnya bukan hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat. Kami berharap keberadaan pesantren nantinya dapat memperkuat pendidikan keagamaan dan melahirkan generasi yang berlandaskan ilmu agama,” katanya.

baca juga:

  1. Angka Stunting Naik, Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Hj Sitti Norma Adios Turun Evaluasi Tiga Desa
  2. Lepas Peserta Jambore Nasional XII 2026, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Pramuka Jadi Duta Daerah

Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berkembang sejak abad ke-16 dan berperan besar dalam penyebaran Islam, pembentukan karakter masyarakat, serta perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh nasional seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan menjadikan pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Di tingkat internasional, model pendidikan berbasis asrama juga berkembang di berbagai negara muslim, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir yang sejak abad ke-10 menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam dunia. Kehadiran Safari Dakwah Buya Yahya diharapkan memperkuat tradisi pendidikan Islam tersebut sekaligus mendorong lahirnya generasi yang religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan di Kabupaten Buton Selatan.(*)

baca berita lainnya:

 

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam membangun birokrasi yang bersih dan berintegritas dengan memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat penyalahgunaan narkoba, korupsi, maupun penyalahgunaan jabatan. Pelanggar dipastikan akan diproses sesuai ketentuan hukum hingga diberhentikan sebagai ASN. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Peringatkan ASN Jauhi Narkoba dan Korupsi, Melanggar Siap Diproses Hukum dan Dipecat,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios
Bupati Buton Selatan H Muh Adios

Penegasan tersebut disampaikan Muhammad Adios saat ditemui Baubau Post di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (1/8/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dilakukan secara transparan tanpa praktik jual beli jabatan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.

“Jabatan di Buton Selatan gratis, tidak pakai uang. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi karena konsekuensinya adalah diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Muhammad Adios.

Selain menekankan integritas pejabat, Bupati mengungkapkan bahwa seluruh pejabat yang telah dilantik diwajibkan menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan korupsi maupun penyalahgunaan jabatan. Hingga saat ini, selama masa kepemimpinannya, ia menyebut belum ditemukan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan keuangan daerah. Ia mengingatkan bendahara dan pengelola keuangan pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja secara cermat, mematuhi seluruh ketentuan administrasi, serta tidak melakukan pembayaran terhadap kegiatan yang belum memenuhi persyaratan hukum. Menurutnya, kelalaian dalam pengelolaan anggaran dapat berujung pada persoalan pidana.

“Bendahara harus lebih teliti. Jangan melakukan pembayaran terhadap anggaran yang belum memenuhi ketentuan. Jika ada keraguan, segera lakukan koordinasi. Jangan sampai penyalahgunaan anggaran berujung pada persoalan hukum,” ujarnya.

Muhammad Adios juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi perilaku ASN. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan memberikan perlindungan kepada pegawai yang terbukti melanggar hukum, terutama dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

“Kalau ada ASN yang menggunakan narkoba, laporkan kepada saya. Saya tidak akan memberikan ampun. Akan saya ajukan untuk diproses sesuai ketentuan hukum hingga diberhentikan,” katanya.

Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat reformasi birokrasi. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menempatkan integritas, profesionalisme, dan sistem merit sebagai fondasi utama manajemen ASN. Di sisi lain, pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda prioritas nasional melalui penguatan pengawasan internal pemerintah, sementara perang terhadap narkotika terus digencarkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan aparat penegak hukum.

baca juga:

  1. Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Hj Siti Norma Adios Ajak Semua Pihak Percepat Penurunan Stunting
  2. Percepat Persiapan PLTS, Buton Selatan Pacu Pemerataan Listrik 24 Jam di Wilayah Kepulauan

Secara global, upaya pemberantasan korupsi dan narkotika merupakan bagian dari komitmen internasional. Indonesia telah meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) sejak 2006 sebagai landasan kerja sama internasional dalam pencegahan dan penindakan korupsi. Sementara itu, pengendalian narkotika menjadi bagian dari implementasi konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang narkotika yang mendorong setiap negara memperkuat tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, dan integritas aparatur. Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap seluruh ASN semakin profesional, taat hukum, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.(*)

 

 

Visited 148 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *