BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memperkuat struktur birokrasi dengan melantik Sadidi, S.Sos., M.Si., sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan dalam Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Apel Kantor Bupati Buton Selatan, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada tujuh ASN serta surat perjanjian kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Sadidi Dilantik Jadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Titip Pesan Integritas, Tujuh ASN Purnabakti Terima Penghargaan, PPPK Diberi Amanah,”

Pelantikan Sadidi merupakan bagian dari pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hasil seleksi terbuka yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Ia menggantikan LM. Idris, SP., MM., yang telah memasuki masa purnabakti setelah menyelesaikan pengabdian sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., yang memimpin langsung apel tersebut mengatakan, rotasi dan pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melakukan penyegaran organisasi agar pelayanan publik berjalan lebih efektif dan program pembangunan dapat terlaksana secara optimal.
“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu, pejabat yang baru dilantik harus bekerja profesional, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Muhammad Adios.
Selain pelantikan pejabat, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan juga memberikan penghargaan kepada tujuh ASN yang memasuki masa purnabakti. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi para aparatur yang selama bertahun-tahun telah mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ASN yang memasuki masa purnabakti. Pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah,” katanya.

Dalam rangka memperkuat kapasitas aparatur, Pemkab Buton Selatan turut menyerahkan surat perjanjian kerja kepada PPPK dengan periode Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Maret dan April. Para PPPK diharapkan mampu menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Bupati berpesan agar PPPK yang menerima amanah tersebut menjaga disiplin, memegang teguh etika sebagai aparatur negara, serta bekerja dengan orientasi pelayanan. “Saya berharap seluruh PPPK mampu menunjukkan kinerja terbaik, bekerja cepat, tepat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan,” tegasnya.
Penguatan birokrasi melalui penataan jabatan ASN sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang mulai diperkuat pemerintah Indonesia sejak era reformasi 1998. Secara historis, penataan aparatur negara menjadi salah satu fokus utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan berorientasi pelayanan. Di tingkat global, penguatan kapasitas birokrasi juga menjadi perhatian berbagai negara sejak berkembangnya konsep good governance pada dekade 1990-an yang menekankan akuntabilitas, profesionalisme, dan kualitas layanan publik.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Lepas Kontingen Pramuka ke Jamnas XII 2026, Titip Pesan Jaga …
- Kasuami, Air Mata, dan Doa, Ketika Harapan Seorang Ibu Bertemu Kepedulian Bupati H Muh Adios, Anak Petani Desa Bola di Buton Selatan Akhirnya Menjemput Mimpi Menjadi Prajurit TNI
Melalui pelantikan pejabat, penghargaan kepada ASN purnabakti, serta penguatan tenaga PPPK, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas demi mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menyatakan komitmen penuh mendukung pembangunan pesantren sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., saat menyambut kedatangan pendakwah nasional Buya Yahya dalam Safari Dakwah Kepulauan Buton di Masjid Raya Nurul Fitri, Senin (3/8/2026). “Safari Dakwah Buya Yahya Awali Syiar Islam di Kepulauan Buton, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Siap Dukung Pembangunan Pesantren Buya Yahya,”

Kedatangan Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah itu menjadi pembuka rangkaian Safari Dakwah Kepulauan Buton. Ribuan warga memadati Masjid Raya Nurul Fitri untuk mengikuti tausiah sekaligus menyambut salah satu ulama yang dikenal luas melalui dakwahnya di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Adios menegaskan kesiapan pemerintah daerah apabila Buya Yahya berkenan membangun pesantren di Buton Selatan. Menurutnya, keberadaan pesantren akan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta karakter keislaman yang kuat.
“Jika Buya Yahya berkenan membangun pesantren di Buton Selatan, kami siap mendukung sepenuhnya. Siap, itu siap 100 persen,” tegas Muhammad Adios.
Selain menyatakan dukungan terhadap pembangunan pesantren, Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Buya Yahya di Bumi Gajah Mada Buton Selatan. Ia meyakini safari dakwah tersebut akan membawa keberkahan bagi daerah serta memperkuat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat.
“Kami meyakini kehadiran Buya Yahya akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Buton Selatan. Beliau mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk semakin beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujar Adios.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat yang memenuhi Masjid Raya Nurul Fitri menunjukkan tingginya semangat warga dalam memperkuat syiar Islam. Pemerintah daerah berharap momentum tersebut menjadi awal terjalinnya sinergi yang semakin erat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius dan berakhlak mulia.
“Pembangunan pesantren merupakan amal yang sangat mulia. Manfaatnya bukan hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat. Kami berharap keberadaan pesantren nantinya dapat memperkuat pendidikan keagamaan dan melahirkan generasi yang berlandaskan ilmu agama,” katanya.
baca juga:
- Angka Stunting Naik, Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Hj Sitti Norma Adios Turun Evaluasi Tiga Desa …
- Lepas Peserta Jambore Nasional XII 2026, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Pramuka Jadi Duta Daerah
Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berkembang sejak abad ke-16 dan berperan besar dalam penyebaran Islam, pembentukan karakter masyarakat, serta perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh nasional seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan menjadikan pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Di tingkat internasional, model pendidikan berbasis asrama juga berkembang di berbagai negara muslim, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir yang sejak abad ke-10 menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam dunia. Kehadiran Safari Dakwah Buya Yahya diharapkan memperkuat tradisi pendidikan Islam tersebut sekaligus mendorong lahirnya generasi yang religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan di Kabupaten Buton Selatan.(*)



