Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP – Minimalisir kecenderungan siswa membolos pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung, SMKN 2 Baubau fungsikan guru Bimbingan Konseling (BK) bersama piket harian, guna menjalankan pengawasan di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 2 Baubau, La Safini SPd saat dikonfirmasi diruangan kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan mengfungsikan jasa BK bersama Piket harian untuk mengontrol aktifitas siswa dengan menjalankan pengawasan di lingkungan sekolah, guna membatasi kecenderungan siswa membolos pada saat PBM sedang berlangsung. “Fungsi kontrol Piket dan BK itu kita jalankan betul, agar mereka melihat anak-anak yang berkeliaran dijam-jam pembelajaran,” jelasnya.
Untuk itu, bagi siswa yang kedapatan berkeliaran dilingkungan sekolah pada saat PBM berlangsung maka akan dipanggil menghadap ke BK, guna dimintai keterangannya. “Kita akan dipanggil melalui pihak BK, agar kemudian ditanyakan persoalannya, kenapa dia tidak masuk belajar,” ungkapnya.
Selain itu, apa bila seorang siswa melakukan kegiatan bembolos dan melebihi batas maksimal yaitu tiga kali, maka pihak sekolah akan memintai surat pernyataan siswa agar tidak melakukan kegiatan yang sama, serta memanggil Orang tua/Wali untuk hadir ke sekolah, guna menyelesaikan persoalan siswa.
“Bila tetap terjadi selama tiga kali, maka kita panggil orang tuanya. Namun sebelumnya kita mintai surat peryataan dari anak tersebut, karena kita inginkan mereka mempertimbangkan sangsi yang akan didapat bila melanggar,” tutupnya (#)



