F04.2 Muslimin HibaliMuslimin Hibali

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Cuaca buruk tengah melanda Kota Baubau dan sekitarnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Baubau memperingatkan potensi lima jenis bencana.

Lima potensi bencana tersebut yakni pohon tumbang, angin puting beliung, ombak, banjir, dan tanah longsor.

F04.2 Muslimin Hibali
Muslimin Hibali

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Baubau, Muslimin Hibali mengatakan, dari kelima bencana ini yang paling sering terjadi adalah pohon tumbang. Pohon-pohon dalam Kota Baubau sangat rawan tumbang jika ada angin kencang.

“Pohon di Kota Baubau ini sudah tua dan rimbun, begitu kena angin langsung patah,” katanya.

Bencana yang sering terjadi juga lanjut Muslimin, yakni banjir. Banjir di Kota Baubau sering melanda daerah persawahan.

Sungai yang tidak mampu menampung debit air meluap hingga menggenangi jalan raya. Hal ini disebabkan hutan di sekitar kampeonaho sudah gundul, sehingga tidak bisa menahan banjir.

“Banjir kadang melewati badan jalan. Ada tiga kelurahan yang selalu menjadi sasaran, yakni liabuku, waliabuku dan tampuna,” jelasnya.

Sementara di dalam kota, sering terjadi genangan air besar di beberapa titik, misalnya di simpangan SMAN 2 Baubau, depan pos pemadam, dan simpangan tugu kirab hingga depan SMK 1 Baubau.

Bencana lainnya, ombak besar yang melanda pesisir Kota Baubau. Ombak besar bahkan sudah mulai merusak talud di pesisir dan juga dermaga di TPI Wameo.

“Yang perlu diantispasi juga di bagian islamic center dan kampung sulaa. Sulaa itu pesisir belum ada penahan ombaknya, jadi kita usulkan tahun ini penahan ombak dan sudah direspon oleh provinsi,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau kepada pengguna transportasi darat untuk waspada. Jika sedang terjadi angin kencang, diminta agar menunda perjalanan untuk mewaspadai pohon tumbang.

“Termasuk pengguna transportasi laut, kalau tidak memungkinkan lebih baik tunda keberangkatan,” pintanya.

BPBD Baubau juga telah memiliki relawan sekitar 40 orang di setiap kelurahan. Jika terjadi bencana di wilayahnya, maka dengan segera relawan akan melaporkannya di grup Whatsapp Siaga Bencana yang dibentuk BPBD Baubau.

baca juga: DKP Baubau Minta Nelayan Tidak Melaut Saat Gelombang Tinggi

“Mereka menjadi spion kami, secepatnya memberikan informasi apabila ada bencana di wilayahnya,” imbuhnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *