F04.3 Bariun SPd MPd Bariun SPd MPd

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Lagi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang tertimpah bencana alam.

Dan benar saja, target sasaran kali ini ialah warga Kelurahan Lipu Kota Baubau yang diketahui belum lama ini tertimpah musibah tanah longsor.

F04.3 Bariun SPd MPd
Bariun SPd MPd

Saat dikonfirmasi Baubau Post, Kepala PGRI Kota Baubau Bariun SPd MPd mengungkapkan, kegiatan peduli sosial ini diinisiasi oleh seluruh guru, baik di satuan pendidikan jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Baubau.

Dikatakan, sebelumnya PGRI Baubau telah mengirimkan donasi berupa uang tunai sebesar Rp 22 Juta untuk korban gempa di Sulawesi Barat dan Rp 10 Juta untuk korban banjir di Kalimantan Selatan pada Selasa (26/01) kemarin.

Hari ini, Rabu (27/01) organisasi pendidikan terintegritas di Kota Baubau itu kembali berinisiatif untuk mengirimkan donasi sebesar Rp 5 Juta untuk warga Kelurahan Lipu yang tertimpah musibah tanah longsor pada pekan lalu.

“Ada masukan dari teman-teman guru agar menyisipkan sebagian dana yang terkumpul untuk korban tanah longsor di Kelurahan Lipu,” jelasnya.

“Kebetulan kami masih ada sisah dana kurang lebih Rp 5 Juta, jadi bisa kita sisipkan untuk mereka,” tuturnya.

Bariun menjelaskan, donasi yang kirimkan hanya berupa uang tunai.

Pasalnya, menurut pertimbangan para anggota PGRI, bantuan uang tunai akan jauh lebih bermanfaat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Kalau kita bawa dalam bentuk uang maka mungkin saja uang itu bisa mereka gunakan untuk kepentingan yang sangat mendesak,” ujarnya.

Sementara untuk bantuan dalam bentuk barang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak bagi korban bencana.

baca juga: Harga Bawang Merah Baubau Merangkak Naik Akibat Cuaca Buruk

“Kalau kita bawa dalam bentuk barang maka belum tentu itu akan menjadi kebutuhan mendesak bagi mereka,” terangnya.

Untuk itu, Bariun berharap agar donasi yang dikirimkan bisa dipergunakan secara bijak, guna memenuhi sebagian kecil kebutuhan yang terbilang mendesak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *