F04.3 Yudi Purwantoro Yudi Purwantoro

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Pandemi Covid19 hingga kini masih bergentayangan dimana-mana. Dampak yang diberikan oleh virus mematikan ini terbilang melumpuhkan sejumlah aspek penting, salah satunya aspek pendidikan.

F04.3 Yudi Purwantoro
Yudi Purwantoro

Dan benar saja, sejak wabah global ini masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020 lalu, pemerintah terpaksa harus mengeluarkan kebijakan baru mengenai penerapan protokol kesehatan.

Diantaranya, menginstruksikan bagi sekolah yang berada di wilayah zona merah agar tidak melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di kelas serta mengganti metode pembelajaran dengan menggunakan sistem daring atau luring.

Meski penerapan kebijakan belajar online ini terbilang melumpuhkan eksistensi dunia pendidikan, namun implementasi program tersebut dinilai baik dan efesien untuk mencegah resiko penularan Covid19 yang begitu besar.

Olehnya itu, maka tak heran jika banyak lembaga pendidikan yang mendukung penerapan kebijakan belajar online tersebut, salah satu Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPN-SKB) Kota Baubau.

Kepala SPN-SKB Kota Baubau Yudi Purwantoro SPd mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih konsisten untuk menerapkan metode pembelajaran daring sebagai sistem penunjang belajar di tengah merebaknya pandemi Covid19.

“Iya masih daring,” ujar Yudi kepada Baubau Post, Kamis (28/01).

Diketahui, SPN-SKB merupakan lembaga pendidikan nonformal di Kota Baubau yang bernafaskan kegiatan praktek. Dimana, model pembelajaran praktek semestinya harus dilaksanakan secara tatap muka langsung untuk optimalisasi pembelajaran.

Kendati demikian, sejak kebijakan belajar online mulai diefektifkan pada pertengahan tahun 2020 lalu, hingga kini tak banyak dari peserta didiknya yang berkeluh kesah tatkala menjalani kegiatan belajar praktek secara daring tersebut.

BCA JUGA: Bhabinsa Gonda Baru Bersama Masyarakat Bangun Baruga dengan Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan

“Tidak juga,” singkat Yudi pula.

Untuk itu, Yudi berharap agar pandemi Covid19 segerah berakhir sehingga kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di sanggar dapat berjalan normal kembali.

“Mudah-mudahan Covid19 cepat berlalu,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *