F01.5

Pewarta: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Badan Pusat Statisitik (BPS) Kota Baubau merilis data inflasi year on year (YOY) bulan januari 2023. Kepala BPS Kota Baubau Towedy Marthinus Layico S.Si mengungkapkan Pada Januari 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 6,66 persen dengan Indeks dengan Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,26.

F01.5
Kepala BPS Kota Baubau Towedy Marthinus Layico S.Si

Towedy mengungkapkan Inflasi YOY tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,78 persen dengan IHK sebesar 119,97 dan inflasi YOY terendah terjadi di Sorong sebesar 3,23 persen dengan IHK sebesar 112,02.

Dia menkelaskan inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga sembilan kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,89 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,86 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,97 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,92 persen.

“selanjutnya ada kelompok transportasi sebesar 29,54 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen; kelompok pendidikan 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,53 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,26 persen,” ungkapnya, Kamis (02/02/2022)

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi, lanjut Towedy yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar -2,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,25 persen.

Dia juga mengungkapkan tingkat inflasi month to month (MTM) bulan Januari 2023 sebesar -0,44 persen dan tingkat inflasi year to date (YTD) Januari 2023 sebesar -0,44 persen.

Dalam rilisnya, BPS Kota Baubau juga melaporkan perkembangan indeks harga konsumen atau biasa dikenal dengan Inflasi Januari 2023 Menurut Kelompok.

Towedy mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Baubau, pada Januari 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 6,66 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,13 pada Januari
2022 menjadi 114,26 pada Januari 2023. Tingkat inflasi mtm dan tingkat inflasi ytd sebesar -0,44 persen.

Towedy mengatakan komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi YOY pada Januari 2023, antara lain: angkutan udara, bensin, beras, rokok kretek filter, angkutan laut, bawang merah, tomat, minyak goreng, ikan cakalang atau sisik, kue kering berminyak.

“Sementara komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi MTM pada Januari 2023, antara lain: ikan kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso; beras; susu bubuk untuk balita; mie kering instant; tempe; ayam hidup; susu bubuk untuk bayi; biskuit; tomat; serta cumi-cumi. Sementara komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi MTM pada Januari 2023, antara lain: angkutan udara; ikan layang/benggol; cabai rawit; ikan cakalang/sisik; telur ayam ras; ikan selar/tude; sawi hijau; bensin; kangkung; serta ikan baronang,” lanjutnya.

Pada Januari 2023, kata Towedy, kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi YOY antara lain: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,4590 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,1349 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,2720 persen; kelompok kesehatan 0,0162 persen; kelompok transportasi sebesar 4,4568 persen.

Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0156 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0002 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,1289 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,2510 persen.

baca juga:Partai Berkarya Lakukan PAW Terhadap La Madi, Setda DPRD Baubau Diminta Segera Tindaklanjuti

“Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi YOY antara lain: kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar -0,0343 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga -0,0500 persen.(*)