Bupati Butur Ridwan Zakaria Resmikan Bina Keluarga Balita untuk Percepatan Penurunan StuntingBupati Butur Ridwan Zakaria Resmikan Bina Keluarga Balita untuk Percepatan Penurunan Stunting

BURANGA,BP-Pemerintah daerah berkewajiban memenuhi kebutuhan tumbuh dan berkembangnya anak usia dini di daerah ini. Pesan tersebut disampaikan Bupati Buton Utara (Butur) Dr H Muh Ridwan Zakariah M Si pada acara peresmian bina keluarga balita holistik integratif unggulan (BKB HIU) dan sosialisasi layanan di kampung keluarga berkualitas tingkat Butur Desa Laangke, Kecamatan Kulisusu, Sabtu, (21/10). “Bupati Butur Ridwan Zakaria Resmikan Bina Keluarga Balita untuk Percepatan Penurunan Stunting.”

Untuk tercapainya program tersebut, bupati minta kepada seluruh perangkat desa bersama stakeholder terkait melakukan inovasi agar upaya pemenuhan gizi dan tumbuh kembang generasi tetap terpenuhi.

Bupati Butur Ridwan Zakaria Resmikan Bina Keluarga Balita untuk Percepatan Penurunan Stunting
Bupati Butur Ridwan Zakaria Resmikan Bina Keluarga Balita untuk Percepatan Penurunan Stunting

“Saya minta, para dokter, bidan desa, dan petugas gizi di Puskesmas bersama-sama dengan kader di setiap desa dan kelurahan untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi mengalami gangguan pertumbuhannya agar ditangani bersama.

Karena pentingnya progran tersebut, bupati juga memerintahkan kepada camat se-Butur agar menfasilitasi dan mengkoordinir desa dan kelurahan dalam upaya mensukseskan kegiatan tersebut.

Tidak sampai disitu saja, Ridwan Zakariah meminta juga kepada media, para lembaga swadaya masyarakat, swasta untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan percepatan penurunan stunting di daerah ini.

Alasannya karena pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian dalam mensukseskan kegiatan tersebut tapi harus melakukan kolaborasi dan dukungan dari seluruh lembaga yang ada di daerah ini.

Lebih jauh bupati menjelaskan, pada tahun 2023 ini angka prevalensi stunting Kabupaten Butur yaitu 31,2 persen bearada dia atas angka prevalensi provinsi Sultra yakni 27,7 persen dan nasional 21,6 persen.

Dalam rangka percepatan penurunan stunting tersebut, Pemkab Butur telah menerbitkan peraturan bupati nomor 36 tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting dan membentuk tim percepatan penurunan stunting mulai dari kabupaten, kecamatan hingga sampai di desa dan kelurahan.

baca juga:

Kata bupati, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan pantauan media ini, acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh bupati serta penandatangan prasasti holistik dan penyerahan kendaraan roda dua untuk operasional petugas lapangan serta penyerahan perlengkatan program stunting.

Dalam kegiatan tersebut, Ridwan Zakariah didampingi oleh wakil bupati Ahali, SH. MH, Sekda Butur Muh. Hardhy Muslim, SH. M. Si, Dandin Butur Letkon Inf. Acuk Andrianto, SE dan Wakapolres Kompol Hasruddin, SE. ME serta sejumlah pimpinan OPD.(*)

GALERI FOTO

Berita lainnya:

BAUBAU, BP- Kabar bagus datang dari manajemen BLUD RSUD Baubau bagi pasien cuci darah, tahun 2023 pihak RSUD Baubau sudah bisa mendatangkan alat cuci darah (haemodialisa). “Kacab BPJS Kesehatan Heri Zakariah Dukung RSUD Baubau Buka Layanan Cuci Darah, Sekarang Yang Antri di RS Siloam Ada 40 Pasien.”

Demikian dikatakan Dirut BLUD RSUD Baubau dr Sadly Salman SpOG, ketika mengresmikan peluncurkan Loket Pelayanan Informasi dan Portal Quick Response di RSUD Baubau, untuk meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Mudahkan Pengaduan Peserta JKN oleh BPJS Kesehatan Kota Baubau, Jumat (29/09/2023).

Dirut RSUD Baubau Sadly Salman Apresiasi BPJS Kesehatan Luncurkan Loket Pelayanan Informasi dan Portal Quick Response di RSUD, Dirut RSUD Sadli Salman dan Kacab PBJS Kesehatan Cabang Baubau Hery Zakaria melakukan gunting pita
Dirut RSUD Baubau Sadly Salman Apresiasi BPJS Kesehatan Luncurkan Loket Pelayanan Informasi dan Portal Quick Response di RSUD, Dirut RSUD Sadli Salman dan Kacab PBJS Kesehatan Cabang Baubau Hery Zakaria melakukan gunting pita, Kacab BPJS Kesehatan Heri Zakariah Dukung RSUD Baubau Buka Layanan Cuci Darah, Sekarang Yang Antri di RS Siloam Ada 40 Pasien

“Ini merupakan salah satu program layanan baru di RSUD Baubau yang akan kamu upayakan dalam bentuk kerjasama operasional (KSO). Program layanan baru lainnya yaitu kini RSUD sudah membuka layanan bedah saraf. Dokternya sudah siap bekerja di RSUD Baubau,” ucap dr Sadly Salman.

UCAPAN SELAMAT

Untuk Alat haemodialisa pihak manajemen RSUD Baubau akan mempersiapkan lima unit. “Tapi ini nantinya akan distandarisasi dulu oleh pihak BPJS Kesehatan baru kemudian pasien-pasien yang cuci darah selama ini hanya bisa dilayani RS Siloam baru bisa berjalan,” lanjutnya.

Kacab BPJS Kota Baubau Heri Zakariah menanggapi baik rencana RSUD Baubau membuka layanan baru untuk pasien cuci darah. Heri Zakariah mengungkapkan memang hingga saat ini pasien BPJS yang mau melalukan cuci darah bisa dilakukan di RS Siloam.

baca juga:

“Pasien BPJS yang antri untuk cuci darah di RS Siloam hingga sekarang kalau tidak salah ada 40 orang. Kalau RSUD Baubau sudah membuka layanan ini maka pasien bisa terbantu karena selain ada di RS Siloam, RSUD Baubau juga bisa melayani cuci darah. Ini kabar baik dan kami mendukung,” ucap Heri Zakariah.

Heri Zakariah pun mengatakan bahw untuk standarisasi alat haemodialisa bukan pihak BPJS yang melakukan standarisasi, tapi itu merupakan kewenangan Kemenkes. “Tapi tentu kami berkewajiban mendukung layanan baru cuci darah di RSUD Baubau. Soal standar alat nanti kita menyesuikan dengan standar dari Kemenkes,” janjinya. (*)