Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar MurahKendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar Murah

BAUBAU, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar program pasar murah bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan. “Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar Murah,”

Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar Murah
Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar Murah

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Baubau, Kamis (5/3/2026), dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog Cabang Baubau serta sejumlah distributor bahan pokok di daerah tersebut.

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE., mengatakan bahwa program pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Program ini dilakukan agar masyarakat yang kurang berkemampuan tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yusran Fahim dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp10.000 untuk setiap jenis komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya subsidi itu, harga yang ditawarkan kepada masyarakat menjadi lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.

Dalam program tersebut, satu paket bahan pokok dijual dengan harga sekitar Rp48.000. Sementara di pasaran, paket serupa biasanya dijual dengan kisaran harga Rp58.000 hingga Rp60.000. Selisih harga tersebut ditanggung oleh pemerintah melalui skema subsidi yang telah disiapkan.

Pasar murah ini disiapkan untuk sekitar 1.000 kepala keluarga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Setiap keluarga diberikan kesempatan membeli paket bahan pokok guna membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Baubau dan dikoordinasikan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Baubau sebagai pelaksana teknis di lapangan.

“Karena ini merupakan barang yang disubsidi pemerintah, maka pelaksanaannya harus tertib agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” tegas Yusran Fahim.

Menurutnya, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional maupun modern guna memastikan pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan.

“Jika nanti terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasar, tidak menutup kemungkinan program pasar murah ini akan kembali digelar,” tambahnya.

Secara historis, program pasar murah telah lama menjadi salah satu instrumen pemerintah di Indonesia untuk menekan laju inflasi pangan. Pemerintah pusat maupun daerah rutin menggelar kegiatan serupa terutama menjelang Ramadan, Idulfitri, serta Natal dan Tahun Baru.

Data nasional menunjukkan bahwa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah, dan gula pasir merupakan penyumbang utama inflasi musiman saat hari besar keagamaan.

baca juga:

  1. Zakat Fitrah Baubau 1447 H Diumumkan, Masyarakat Bisa Pilih 4 Kategori
  2. Semarak Ramadhan, SDN 3 Baubau Adakan Pembinaan Karakter Lewat Pesantren Kilat dan Sosial

Secara internasional, kebijakan intervensi harga pangan juga banyak dilakukan di berbagai negara untuk menjaga stabilitas pasar. Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat bahwa banyak negara menerapkan program subsidi pangan atau operasi pasar ketika terjadi lonjakan permintaan menjelang hari raya keagamaan maupun musim tertentu.

Dengan adanya pasar murah ini, Pemerintah Kota Baubau berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Idulfitri.

Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan bahan pangan di Kota Baubau selama bulan Ramadan.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BP – Batalyon TP 823/Raja Wakaaka Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar panen raya jagung di lahan seluas lima hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum pemaparan kinerja Kompi Pertanian dan Peternakan yang dikembangkan oleh satuan TNI tersebut. “Prajurit Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Manfaatkan Lahan 5 Hektare untuk Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan,”

Prajurit Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Manfaatkan Lahan 5 Hektare untuk Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan
Prajurit Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Manfaatkan Lahan 5 Hektare untuk Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan

Panen raya yang berlangsung pada Rabu (4/3/2026) itu turut dihadiri Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 29/Mekongga, Kolonel Inf Afriandi Bayu Laksono, S.Sos., M.I.Pol., yang melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah unit pengembangan pangan di lingkungan batalyon.

Selain memanen jagung, rombongan juga meninjau sektor peternakan dan perikanan yang dikelola prajurit. Beberapa komoditas yang dibudidayakan antara lain 13 ekor sapi, kambing, berbagai jenis ayam, serta sekitar 200 ekor bebek. Sementara itu, sektor perikanan juga telah menghasilkan panen ikan yang dikelola oleh prajurit di lingkungan satuan.

Menurut Afriandi, keberhasilan panen jagung tersebut menjadi capaian penting bagi Yonif TP 823 yang belum genap satu tahun berdiri, namun telah mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pangan.

“Ini adalah salah satu kegiatan untuk mendukung program pemerintah, khususnya ketahanan pangan. Kita melihat langsung bagaimana pengembangan pertanian dan peternakan berjalan dengan baik,” ujar Afriandi kepada awak media.

Ia menjelaskan, secara ideal setiap batalyon membutuhkan sekitar 50 hektare lahan untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Namun hingga saat ini, lahan yang tersedia bagi Yonif TP 823 baru mencapai 21 hektare.

Meski demikian, seluruh lahan yang tersedia akan dimanfaatkan secara maksimal dengan dukungan sembilan kompi yang berada di bawah struktur satuan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan program pengembangan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Afriandi mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan pertanian di wilayah tersebut adalah keterbatasan sumber air akibat minimnya curah hujan. Kendati demikian, prajurit mampu memaksimalkan lahan yang ada sehingga panen jagung tetap dapat terlaksana.

“Memang tantangan utama di sini adalah masalah air, namun kita mampu memaksimalkan lahan yang ada. Ini tentu menjadi prestasi tersendiri,” katanya.

Hasil produksi jagung tersebut untuk sementara dikelola secara internal oleh satuan. Namun sebagian hasilnya juga direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat sekitar, khususnya kelompok tani dan pemuda desa.

Afriandi menilai langkah tersebut penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

“Kita ingin menggugah semangat generasi muda bahwa bertani bukan hanya untuk kaum tua. Pertanian dan peternakan juga bisa menjadi sumber perekonomian yang menjanjikan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini menjadi salah satu agenda strategis dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Tentu kami terbuka untuk kolaborasi, namun perlu komunikasi lebih lanjut serta harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang telah ditetapkan dalam program tersebut,” jelasnya.

Secara historis, keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan bukanlah hal baru. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, berbagai satuan TNI juga turut terlibat dalam program pengamanan dan pengembangan produksi pangan nasional, terutama di daerah-daerah terpencil.

Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia sendiri telah menjalankan berbagai program ketahanan pangan sejak era Orde Baru, termasuk program swasembada beras yang berhasil dicapai pada tahun 1984 dan diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO).

baca juga:

  1. Pemkot Baubau Pacu Tender Proyek Infrastruktur dan Penataan Pasar Tahun 2026
  2. Penataan Pasar dan Infrastruktur Masuk Prioritas Pembangunan Pemkot Baubau 2026

Sementara secara global, isu ketahanan pangan menjadi perhatian dunia sejak Konferensi Pangan Dunia yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1974. Sejak saat itu, berbagai negara terus berupaya memperkuat sistem produksi pangan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, serta krisis pangan global.

Melalui pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dilakukan oleh Yonif TP 823/Raja Wakaaka ini, diharapkan kontribusi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional dapat semakin nyata sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat di wilayah Baubau dan sekitarnya.(*)

Visited 22 times, 1 visit(s) today