Jelang Idulfitri 1447 H, Kodim 1413 Buton Buka Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga, Beras Dijual Rp55 RibuJelang Idulfitri 1447 H, Kodim 1413 Buton Buka Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga, Beras Dijual Rp55 Ribu

BAUBAU, BP – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 1413/Buton menggelar bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran. Kegiatan yang berlangsung di depan Markas Kodim 1413/Buton, Baubau, Jumat (13/3/2026) tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. “Jelang Idulfitri 1447 H, Kodim 1413 Buton Buka Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga, Beras Dijual Rp55 Ribu,”

Jelang Idulfitri 1447 H, Kodim 1413 Buton Buka Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga, Beras Dijual Rp55 Ribu
Jelang Idulfitri 1447 H, Kodim 1413 Buton Buka Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga, Beras Dijual Rp55 Ribu

Bazar murah ini menghadirkan berbagai komoditas utama seperti beras, telur, minyak goreng, hingga gula pasir yang dijual dengan harga bersubsidi. Program tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang biasanya menghadapi kenaikan harga bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto, S.E., mengatakan kegiatan pasar murah tersebut merupakan inisiatif TNI untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan pasar murah Kodim 1413/Buton. Tujuannya membantu masyarakat agar bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Arif kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Dalam bazar tersebut, Kodim 1413/Buton menyediakan berbagai komoditas dalam jumlah cukup besar. Di antaranya beras sebanyak 4 ton, telur sekitar 600 rak, minyak goreng sekitar 700 liter, serta gula pasir sebanyak 500 kilogram.

Harga sejumlah bahan pokok tersebut dijual lebih rendah dari harga pasaran karena adanya subsidi dari berbagai pihak yang bekerja sama dengan Kodim. Misalnya, harga beras yang di pasaran berkisar Rp62.000 hingga Rp62.500 dijual hanya Rp55.000.

Begitu pula dengan telur ayam yang biasanya dijual sekitar Rp65.000 per rak, dalam bazar tersebut masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp55.000 per rak.

Selain beras dan telur, sejumlah produk minyak goreng dari berbagai merek juga disediakan, antara lain Bimoli, Rose Brand, Selfie, Mitra, dan Belfood, serta gula pasir untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Menurut Arif, pelaksanaan bazar murah ini didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Perum Bulog, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Dana dari rekanan maupun dari Kodim sendiri kami kumpulkan untuk mensubsidi harga barang sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Arif.

8 3

Ia menambahkan bahwa kegiatan pasar murah menjelang Ramadan atau Idulfitri bukan hal baru di Indonesia. Pemerintah dan berbagai lembaga kerap menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Secara historis, kebijakan pasar murah atau operasi pasar di Indonesia telah dilakukan sejak era Orde Baru melalui Bulog sebagai upaya mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan pangan nasional, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Fenomena kenaikan harga pangan menjelang hari besar keagamaan juga terjadi di berbagai negara. Di sejumlah negara Timur Tengah dan Asia Selatan, pemerintah biasanya mengadakan Ramadan Market atau Ramadan Bazaar sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan selama bulan puasa.

Arif menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap bazar Ramadan yang digelar Kodim 1413/Buton cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi bazar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan merasa terbantu dengan kegiatan ini,” kata Arif.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan untuk mencari keuntungan, melainkan membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Idulfitri.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun agar masyarakat kecil tetap bisa merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran,” ujarnya.

Kodim 1413/Buton juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar bazar serupa di masa mendatang apabila harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang signifikan.

baca juga:

  1. Kapal Cepat Baubau–Kendari Layani Mudik Gratis Jelang Idulfitri, Tiket Untuk Kuota 1.600 Penumpang
  2. Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Salurkan 200 Paket Ramadan saat Safari di Baubau, Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Layanan Masyarakat

“Tujuan kami bukan mencari keuntungan, tetapi membantu masyarakat kecil agar bisa menikmati lebaran dengan harga sembako yang lebih terjangkau,” ujar Arif.

Kegiatan bazar Ramadan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat daerah.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU,BAUBAUPOST.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau pada Jumat (6/3/2026) pagi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong penguatan peran rumah sakit sebagai rujukan utama bagi wilayah kepulauan. “Persiapan Provinsi Kepton, Gubernur Sultra ASR Perkuat RSUD Baubau sebagai Rumah Sakit Rujukan Naik Kelas Tipe B,”

Persiapan Provinsi Kepton, Gubernur Sultra ASR Perkuat RSUD Baubau sebagai Rumah Sakit Rujukan Naik Kelas Tipe B
Persiapan Provinsi Kepton, Gubernur Sultra ASR Perkuat RSUD Baubau sebagai Rumah Sakit Rujukan Naik Kelas Tipe B

Kunjungan itu juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mempersiapkan infrastruktur pelayanan dasar jika rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) sebagai daerah otonomi baru terealisasi.

Dalam agenda tersebut, gubernur meninjau sejumlah fasilitas layanan kesehatan di RSUD Baubau, antara lain ruang tindakan medis, ruang Intensive Care Unit (ICU), serta poli paru. Ia juga berdialog dengan tenaga medis dan menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan.

“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Rumah sakit ini memiliki peran penting bagi masyarakat kepulauan sehingga fasilitasnya harus terus diperkuat,” ujar Andi Sumangerukka saat berdialog dengan tenaga medis di rumah sakit tersebut.

RSUD Kota Baubau selama ini menjadi rumah sakit rujukan bagi berbagai puskesmas di wilayah kepulauan sekitar. Posisi strategis tersebut membuat peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan memadai.

Menurut gubernur, peningkatan status RSUD Baubau dari tipe C menjadi tipe B menjadi salah satu langkah yang tengah didorong oleh pemerintah provinsi. Proses tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar persyaratan peningkatan status rumah sakit dapat dipenuhi, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga membuka peluang pemanfaatan lahan milik Pemprov Sultra untuk mendukung pengembangan RSUD Baubau di masa mendatang.

“Jika diperlukan, lahan milik pemerintah provinsi bisa dimanfaatkan untuk pengembangan rumah sakit agar kapasitas pelayanan semakin besar,” ujar Andi Sumangerukka.

Penguatan fasilitas kesehatan tersebut dinilai penting karena Baubau berada pada posisi strategis sebagai pusat pelayanan bagi wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara, khususnya kawasan Buton dan sekitarnya.

Dalam konteks rencana pemekaran wilayah, pemerintah menilai bahwa kesiapan infrastruktur pelayanan dasar seperti rumah sakit rujukan menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan daerah otonomi baru.

Sejarah menunjukkan bahwa penguatan layanan kesehatan sering menjadi indikator kesiapan daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan baru. Di Indonesia, misalnya, pengembangan rumah sakit rujukan menjadi bagian dari persiapan pembentukan sejumlah provinsi baru setelah era otonomi daerah yang dimulai pada awal 2000-an.

Secara nasional, peningkatan klasifikasi rumah sakit juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem rujukan kesehatan. Kebijakan ini semakin diperkuat setelah pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2014 yang menuntut ketersediaan fasilitas kesehatan yang lebih merata.

Di tingkat global, penguatan rumah sakit regional juga menjadi strategi yang diterapkan banyak negara kepulauan untuk memastikan akses kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

baca juga:

  1. Tanpa Posko Mudik, Layanan BPJS Kesehatan Baubau Tetap Buka Saat Lebaran
  2. Kepala Bidang Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Layanan Faskes di Batuatas, Soroti Akses Ekstrem Menuju Puskesmas

Karena itu, menurut Andi Sumangerukka, pengembangan RSUD Baubau tidak hanya penting bagi pelayanan kesehatan saat ini, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapan wilayah menghadapi perkembangan tata kelola pemerintahan di masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas,” kata dia.

Dengan dukungan peningkatan fasilitas, kapasitas tenaga medis, serta kemungkinan perluasan area layanan, RSUD Baubau diharapkan dapat menjadi pusat rujukan kesehatan yang mampu melayani masyarakat secara optimal di kawasan kepulauan Sulawesi Tenggara.(*)

Visited 42 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *