Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Executive Forum Bank Sultra di Kendari Dorong Penguatan Bank Sultra untuk UMKMBupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Executive Forum Bank Sultra di Kendari Dorong Penguatan Bank Sultra untuk UMKM

KENDARI, BP – Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menghadiri Executive Forum yang diselenggarakan oleh Bank Sultra di Gedung Tower Bank Sultra, Kendari, Kamis (12/3/2026). Forum tersebut mempertemukan para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara guna membahas penguatan perbankan daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi regional. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Executive Forum Bank Sultra di Kendari Dorong Penguatan Bank Sultra untuk UMKM,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Executive Forum Bank Sultra di Kendari Dorong Penguatan Bank Sultra untuk UMKM
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Executive Forum Bank Sultra di Kendari Dorong Penguatan Bank Sultra untuk UMKM

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Maret 2026 itu mengusung tema “Optimalisasi Struktur Permodalan dan Akselerasi Transformasi Bisnis Bank Sultra dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah.” Agenda tersebut menjadi forum strategis antara pemerintah daerah sebagai pemegang saham dan manajemen Bank Sultra untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan arah pengembangan bank daerah.

Dalam forum tersebut, Bupati Buton Selatan hadir bersama Sekretaris Daerah Buton Selatan La Ode Harwanto serta Kepala Bagian Hukum Setda Buton Selatan Syamrizal S. Kehadiran para kepala daerah dinilai penting karena mereka memiliki peran dalam menentukan kebijakan strategis yang berkaitan dengan penguatan modal dan arah bisnis bank daerah.

Menurut Muhammad Adios, forum ini menjadi ruang komunikasi yang penting antara pemerintah daerah dan manajemen Bank Sultra. Ia menilai kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan bank daerah mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi.

“Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan Bank Sultra sebagai bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Adios dalam kesempatan tersebut.

Ia menambahkan bahwa penguatan permodalan serta transformasi bisnis perbankan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan.

“Kita berharap Bank Sultra terus melakukan penguatan permodalan dan transformasi bisnis agar semakin mampu mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” kata Adios.

1 9

Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Di antaranya adalah proyeksi penguatan modal Bank Sultra, kebijakan dividen bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham, serta pengembangan layanan digital perbankan untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.

Selain itu, forum juga menyoroti sinkronisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah. Skema pembiayaan ini dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses modal bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Adios menilai transformasi digital di sektor perbankan harus diimbangi dengan inovasi layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

“Kami berharap Bank Sultra semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, sehingga pelaku usaha di daerah, terutama UMKM, dapat lebih mudah memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Secara historis, bank pembangunan daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia. Sejak pertama kali didirikan pada dekade 1960-an, bank daerah dibentuk sebagai instrumen pemerintah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Di tingkat nasional, keberadaan bank pembangunan daerah juga menjadi bagian dari sistem perbankan yang mendukung pembangunan ekonomi daerah, sejalan dengan kebijakan desentralisasi fiskal yang mulai diperkuat setelah era reformasi pada akhir 1990-an.

Sementara itu secara global, tren penguatan bank regional juga berkembang di berbagai negara. Banyak pemerintah daerah di dunia memanfaatkan lembaga keuangan lokal sebagai sarana memperkuat pembiayaan sektor produktif, terutama usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi.

baca juga:

  1. Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idulfitri 1447 H, Wali Kota Baubau HYF Pimpin Sidak Pasar Wameo,
  2. Subsidi Sembako Rp10 Ribu, Pemkot Baubau Kembali Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 KK Jelang Idul Fitri 1447 H

Melalui Executive Forum tersebut, para kepala daerah di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Bank Sultra guna mempercepat pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Sultra harus terus diperkuat agar bank daerah dapat berkembang lebih kompetitif sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Adios.

Forum ini juga menjadi momentum penting untuk memastikan Bank Sultra mampu beradaptasi dengan dinamika industri perbankan nasional dan global yang semakin kompetitif.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST – Program mudik gratis kapal cepat rute Baubau–Kendari kembali digelar menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 dengan menyediakan kuota sebanyak 1.600 penumpang. Hingga saat ini, ratusan tiket masih tersedia dan masyarakat diimbau segera mendaftar sebelum kuota habis. “Kapal Cepat Baubau–Kendari Layani Mudik Gratis Jelang Idulfitri, Tiket Untuk Kuota 1.600 Penumpang Masih Ada,”

Kapal Cepat Baubau–Kendari Layani Mudik Gratis Jelang Idulfitri, Tiket Untuk Kuota 1.600 Penumpang Masih Ada
Kapal Cepat Baubau–Kendari Layani Mudik Gratis Jelang Idulfitri, Tiket Untuk Kuota 1.600 Penumpang Masih Ada

Program yang difasilitasi oleh PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Baubau tersebut dijadwalkan berlangsung pada tiga waktu keberangkatan, yakni 17 Maret, 18 Maret, dan 25 Maret 2026 dengan waktu keberangkatan pukul 13.00 WITA dari Baubau menuju Kendari.

Kepala Cabang PT Pelayaran Dharma Indah Baubau, Ishak Musaib, menjelaskan bahwa dari total kuota yang disediakan, sebanyak 600 kursi dialokasikan untuk keberangkatan 17 Maret dan 600 kursi untuk 18 Maret.

Sementara itu, jadwal pada 25 Maret 2026 disiapkan sebanyak 370 kursi yang sekaligus diperuntukkan bagi penumpang arus balik program mudik gratis tersebut.

“Kalau untuk arus balik hanya satu kali saja, yaitu pada 25 Maret. Jadi masyarakat yang ikut program ini nanti pulangnya juga di tanggal tersebut,” kata Ishak saat memberikan keterangan di Baubau, Selasa.

Berdasarkan data terbaru dari pihak penyelenggara, tiket untuk ketiga jadwal tersebut masih tersedia. Untuk keberangkatan 17 Maret tercatat masih tersisa 342 tiket, sementara pada jadwal 18 Maret masih tersedia 427 tiket.

Adapun untuk jadwal arus balik pada 25 Maret, jumlah tiket yang masih tersedia sebanyak 252 kursi. Namun pihak penyelenggara memperkirakan jumlah peminat akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

“Sekarang masih ada sisa tiket, tetapi kemungkinan dalam beberapa hari ke depan peminatnya akan semakin banyak,” ujar Ishak.

Ia menjelaskan, program mudik gratis tahun ini hanya melayani rute Baubau menuju Kendari. Rute Baubau–Raha yang sebelumnya pernah dilayani tidak tersedia pada pelaksanaan tahun ini.

“Untuk tahun ini kuotanya 1.600 orang khusus rute Baubau–Kendari. Rute Baubau–Raha tidak ada, jadi yang dilayani hanya Baubau–Kendari saja,” katanya.

Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut hanya perlu memenuhi persyaratan administrasi sederhana, yakni membawa fotokopi KTP berwarna saat mendaftar di loket. Bagi bayi atau anak-anak yang belum memiliki KTP, cukup melampirkan fotokopi Kartu Keluarga.

Selain program mudik gratis, pihak operator kapal juga memastikan pelayanan pelayaran tetap berjalan pada masa libur Idulfitri. Namun, jadwal keberangkatan hanya dilakukan pada siang hari.

“Pelayaran tetap ada saat hari raya, tetapi hanya jadwal siang karena kapal pagi kami gunakan untuk memberi kesempatan kru dan penumpang melaksanakan salat Idulfitri,” kata Ishak.

Program mudik gratis melalui transportasi laut seperti ini telah lama menjadi salah satu kebijakan pemerintah dan pelaku usaha transportasi untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Sulawesi Tenggara yang sangat bergantung pada transportasi laut.

F01.3A Kepala Cabang PT. Pelayaran Dharma Indah Baubau Ishak Musaib

Secara historis, program mudik gratis di Indonesia mulai berkembang luas sejak awal dekade 2000-an, ketika pemerintah pusat dan berbagai perusahaan transportasi meluncurkan berbagai skema subsidi perjalanan untuk mengurangi kepadatan arus mudik serta membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

Di tingkat global, konsep transportasi bersubsidi untuk mobilitas masyarakat saat hari raya juga dilakukan di sejumlah negara. Di India misalnya, pemerintah sering menambah kereta khusus selama perayaan Diwali, sementara di Tiongkok pemerintah meningkatkan kapasitas transportasi massal selama musim perjalanan besar yang dikenal sebagai Chunyun.

Di Indonesia sendiri, tradisi mudik telah menjadi fenomena sosial tahunan yang melibatkan jutaan orang setiap menjelang Idulfitri. Data Kementerian Perhubungan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa mobilitas pemudik secara nasional dapat mencapai lebih dari 100 juta perjalanan setiap musim mudik.

baca juga:

  1. Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Baubau Salurkan 1.000 Paket Pasar Murah
  2. Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat

Dengan latar belakang tersebut, program mudik gratis di berbagai daerah, termasuk rute Baubau–Kendari, diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus transportasi.

Karena itu, pihak penyelenggara kembali mengingatkan masyarakat agar segera mendaftar sebelum kuota yang tersedia habis.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin ikut mudik gratis agar segera datang ke loket untuk mendaftar, karena kuotanya terbatas dan kemungkinan akan cepat habis,” tutup Ishak.(*)

 

Visited 56 times, 1 visit(s) today