BUTON SELATAN, – Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) rawan bencana di Kelurahan Todombulu, Kecamatan Sampolawa, Selasa (21/4/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Tingkatkan Kapasitas Hadapi Bencana, BPBD Busel Libatkan Warga Dalam Upaya Mitigasi Risiko Bencana,”

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas warga agar mampu menghadapi potensi bencana secara terencana, terukur, dan tidak diliputi kepanikan.
Bupati Buton Selatan, H Muhammad Adios SSos MBA menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan geografis.
“Dalam situasi bencana, kita harus tetap tenang dan berpikir. Jangan panik, karena kepanikan justru dapat membahayakan diri sendiri,” ujar H Muh Adios di hadapan peserta sosialisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap potensi bencana harus dimulai dari lingkungan sekitar, sehingga masyarakat mampu mengenali ancaman sejak dini dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Ia juga mengajak warga untuk menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai ruang belajar bersama dalam membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan. “Pertama, tingkatkan kapasitas diri. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengenali potensi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adios turut membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi situasi darurat di laut pada 1982, yang menjadi pelajaran penting tentang pentingnya ketenangan dalam kondisi krisis. “Pengalaman itu mengajarkan bahwa kepanikan hanya akan memperburuk keadaan. Kita harus cepat berpikir dan mencari cara menyelamatkan diri,” tuturnya.
Secara historis, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Data nasional menunjukkan berbagai peristiwa besar seperti gempa dan tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, hingga gempa dan tsunami Palu 2018 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Di tingkat global, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencatat bahwa frekuensi bencana alam meningkat dalam beberapa dekade terakhir akibat perubahan iklim, dengan banjir, badai, dan kekeringan menjadi ancaman utama bagi banyak negara.
Kondisi tersebut menjadikan edukasi kebencanaan sebagai kebutuhan mendesak, tidak hanya bagi pemerintah daerah Kabupaten Selatan, tetapi juga masyarakat luas sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana.
Bupati Buton Selatan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyebarkan informasi kebencanaan, mulai dari pemerintah, relawan, akademisi hingga media massa. “Sinergi ini penting agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD sebagai lembaga teknis di daerah diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam memberikan edukasi, respons cepat, dan perlindungan kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan.
baca juga:
- SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi…
- Dinas Pendidikan Buton Selatan Perkuat SDM Kepala Sekolah dan Guru Menuju Transformasi Pendidikan Lewat Pelatihan Pembelajaran Mendalam
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami langkah mitigasi sebelum dan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan pemulihan pascabencana secara mandiri.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan optimistis dapat membangun komunitas yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)
GALERI FOTO
baca berita lainnya:

Dalam sambutannya, Bupati mengaku terharu dan sulit mengungkapkan perasaan bahagianya dengan kata-kata. Ia bahkan menyampaikan ungkapan tersebut melalui pantun sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada rombongan bakti sosial.
Berikut pantun yang disampaikan Bupati Buton Selatan H Muh Adios
“Rumah Batu Jendela Kaca
Tempat Tinggal si Nabi Musa
Peduli Apa Orang Berkata
Bakti Sosial Terpadu Luar Biasa”
Ratausan masyarakat yang memadati Rujab Bupati Buton Selatan menyambut pantun itu dengan tepuk tangan meriah.
Bupati H Muh Adios secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Direktur Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Ustadz Zezen Zainal Mursalin LC.M.Pd, atas kontribusi yang dinilai sangat besar bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada pimpinan PT Sabina Samudera Shipping beserta rombongan yang turut berpartisipasi. Menurutnya, kontribusi tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk pengabdian tulus untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung nilai “hutang budi” yang menurutnya tidak dapat terbalaskan dengan materi. Ia kembali menyampaikan pantun yang sarat makna: “Hutang emas dapat dibayar, tapi hutang budi dibawa mati.”
Berikut Petikan pantun yang diucapkan Bupati Busel H Muh Adios
“Pisang Emas Dibawah Berlayar
Masak Sebiji di Dalam Peti
Utang Emas Itu Dapat Kita Bayar
Tapi Utang Budi Itu Dibawa Mati”
“Saya berutang budi,” kata Bupati Busel H Muh. Adios, singkat.
Lebih lanjut, ia berbagi kisah pribadi tentang keluarga dan perjalanan hidup, termasuk anaknya yang telah lama bekerja di luar negeri. Hal tersebut menjadi refleksi bahwa kesuksesan tidak lepas dari nilai kerja keras dan niat tulus karena Allah.
Di akhir sambutannya, Bupati memberikan pesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan menjadikan jabatan sebagai sarana berbuat kebaikan.
“Jabatan adalah modal untuk menuju akhirat. Berbuatlah yang terbaik karena kita tidak tahu kapan ajal datang,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga serta memperlakukan sesama dengan kelembutan, termasuk dalam kepemimpinan. Pada kesempatan itu, Bupati Busel H Muh Adios membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada ratusan warga Buton Selatan
baca juga:
- Pelatihan Imam dan Da’i Oleh Pemda Buton Selatan Bersama Yayasan Muadz Kendari Dinilai…
- SDN 1 Masiri Buton Selatan Andalkan Chromebook dan Full Internet, 53 Siswa Ikuti Ujian TKA Dibagi Tiga Sesi
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat terus memperkuat jaringan kolaborasi serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan sosial demi kesejahteraan masyarakat Buton Selatan.
Kegiatan bakti sosial terpadu ini sekaligus menjadi simbol bahwa kepedulian sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan.(*)









