BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Baubau mengikuti ajang Pra-Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, di Aula SMP Negeri 3 Baubau, Rabu (29/4/2026). “Ratusan Siswa Baubau Ikuti Pra-OSN 2026, Sekda La Ode Darussalam Tekankan Integritas,”

Kegiatan ini diikuti sedikitnya 414 siswa jenjang SD yang berlaga pada tiga mata pelajaran, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta peserta dari jenjang SMP dengan bidang yang sama.
Pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (30/4/2026), dengan lokasi kegiatan dipusatkan di SD Negeri 2 Lamangga untuk tingkat SD, dan SMP Negeri 3 Baubau untuk tingkat SMP.
Pembukaan Pra-OSN ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Baubau dalam memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus menjaring talenta unggul yang akan dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, dalam sambutannya menegaskan pentingnya ajang ini sebagai sarana pembinaan generasi muda di bidang sains. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya kita bersama dalam membangun generasi yang cerdas dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa prestasi di bidang sains harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah. “Kami berharap melalui Pra-OSN ini lahir bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Kota Baubau di tingkat nasional,” katanya.

Dalam arahannya, Sekda mengingatkan peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran selama mengikuti kompetisi. “Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi integritas adalah yang utama,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memberikan pesan kepada dewan juri untuk menjalankan tugas secara objektif dan profesional. “Penilaian harus dilakukan secara jujur, tegas, dan adil demi menjaga kredibilitas kompetisi,” tambahnya.
Panitia pelaksana pun diminta memastikan kesiapan teknis dan kelancaran kegiatan, sementara guru pendamping diharapkan terus memberikan motivasi kepada siswa tanpa terpengaruh hasil akhir yang dicapai.
Secara historis, Olimpiade Sains Nasional merupakan program berkelanjutan yang telah dikembangkan oleh pemerintah pusat sejak awal 2000-an sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Ajang ini menjadi pintu awal bagi siswa Indonesia untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Di tingkat global, kompetisi sains seperti International Science Olympiad telah menjadi ajang prestisius yang mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai negara, sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pendidikan suatu bangsa.

Indonesia sendiri telah mencatat berbagai prestasi dalam ajang internasional tersebut, terutama pada bidang matematika dan sains, yang menunjukkan potensi besar generasi muda dalam penguasaan ilmu pengetahuan.
Melalui Pra-OSN tingkat daerah, pemerintah daerah berupaya memperkuat fondasi tersebut dengan melakukan seleksi dan pembinaan sejak dini secara sistematis dan berjenjang.
baca juga:
- Qori Cilik Internasional Tiba di Baubau, Kehadiran Zian Fahrezi Jadi Spirit Generasi Qurani Baubau
- Pembukaan MTQ XIV Baubau, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Tekankan Fokus pada Generasi Berakhlak
Pemerintah Kota Baubau menilai, penguatan pendidikan sains merupakan bagian penting dalam mendukung visi pembangunan daerah yang menekankan pada terciptanya masyarakat yang cerdas, sejahtera, dan berdaya saing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas tinggi dalam menghadapi tantangan global.(*)
baca berita lainnya:

Ketua panitia, La Ode Aswad, menyampaikan bahwa total peserta yang mengikuti perlombaan mencapai 144 orang, terdiri atas 88 putra dan 56 putri. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang, mulai dari tilawah, tartil, hafalan Al-Qur’an, hingga cabang ilmiah dan seni seperti kaligrafi.
“Seluruh peserta akan bertanding dalam cabang tilawah anak-anak hingga dewasa, hafalan 1 juz sampai 30 juz, serta cabang lainnya seperti fahmil, syarhil, dan tafsir Al-Qur’an,” ujarnya.
Kegiatan ini didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Baubau, dengan tambahan dukungan dari Kementerian Agama serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan MTQ berjalan tertib dan berkualitas.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, yang juga menjabat Ketua LPTQ Kota Baubau, menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini dilakukan secara terbuka sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas syiar Islam.
“Saya melaporkan kepada Wali Kota bahwa MTQ tidak boleh lagi dilaksanakan secara tertutup. Kegiatan ini harus terbuka dan diketahui masyarakat luas sebagai forum memilih wakil terbaik ke tingkat lebih tinggi,” katanya.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari kecamatan, sekolah, organisasi wanita Islam, hingga komunitas keluarga dalam pawai taaruf yang memadati kawasan acara.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menyukseskan MTQ. “Sinergi antar-stakeholder menjadi kekuatan utama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pembukaan MTQ kali ini semakin istimewa dengan kehadiran qari berprestasi internasional, Muhammad Zian Fahrezi, yang diundang untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda.
“Kehadiran Zian Fahrezi diharapkan mampu memotivasi anak-anak muda Baubau untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan meningkatkan kemampuan mereka,” kata Wa Ode Hamsinah Bolu.

Secara historis, MTQ merupakan agenda nasional yang telah berlangsung sejak pertama kali digelar pada 1968 di Makassar. Sejak itu, MTQ berkembang menjadi ajang pembinaan tilawah dan pemahaman Al-Qur’an yang berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.
Di tingkat internasional, tradisi perlombaan membaca Al-Qur’an juga telah lama berkembang di berbagai negara Muslim, seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Mesir, yang secara rutin menyelenggarakan kompetisi serupa untuk mendorong kualitas qari dan qariah dunia.
Di Indonesia, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat identitas keislaman dan pembangunan karakter bangsa. Pemerintah daerah memanfaatkan MTQ sebagai instrumen strategis dalam membina generasi muda yang religius dan berdaya saing.
baca juga:
- TP PKK Baubau Promosikan Pangan Lokal di Festival Bokori Sultra, Lomba Kuliner Sultra Kian…
- Disambut Meriah, Qori Cilik Internasional Zian Fahrezi Suntik Semangat MTQ Baubau
Pelaksanaan MTQ XIV Kota Baubau tahun ini diharapkan mampu melahirkan bibit unggul yang dapat mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara di tingkat nasional, sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan partisipasi luas dan dukungan berbagai pihak, MTQ XIV Baubau menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat dikemas secara inklusif, terbuka, dan inspiratif bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)



