Kepselk SMAN 2 Baubau La Hidi, Tampil Perkasa di FLS3N Kota Baubau Tahun 2026, SMAN 2 Baubau Raih Juara Umum, Unggul di Seni, Sastra dan OlahragaKepselk SMAN 2 Baubau La Hidi, Tampil Perkasa di FLS3N Kota Baubau Tahun 2026, SMAN 2 Baubau Raih Juara Umum, Unggul di Seni, Sastra dan Olahraga

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Negeri 2 Baubau. Sekolah ini berhasil meraih juara umum pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Baubau tahun 2026. “Tampil Perkasa di FLS3N Kota Baubau Tahun 2026, SMAN 2 Baubau Raih Juara Umum, Unggul di Seni, Sastra dan Olahraga,”

Kepselk SMAN 2 Baubau La Hidi, Tampil Perkasa di FLS3N Kota Baubau Tahun 2026, SMAN 2 Baubau Raih Juara Umum, Unggul di Seni, Sastra dan Olahraga
Kepselk SMAN 2 Baubau La Hidi, Tampil Perkasa di FLS3N Kota Baubau Tahun 2026, SMAN 2 Baubau Raih Juara Umum, Unggul di Seni, Sastra dan Olahraga

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah La Hidi, S.Pd., M.Pd, sekolah ini berhasil meraih juara umum pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Baubau tahun 2026.

Capaian tersebut diraih setelah SMAN 2 Baubau memborong sembilan medali emas dari berbagai cabang lomba yang diikuti. Dari total 16 cabang lomba, sekolah ini mengirimkan peserta di 14 cabang dan hampir seluruhnya berhasil menorehkan prestasi.

“Alhamdulillah kami mendapatkan sembilan medali emas. Ini hasil kerja keras siswa dan guru pembina yang luar biasa,” ujar La Hidi, Rabu (6/5/2026).

Adapun cabang lomba yang berhasil meraih juara pertama di antaranya desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kriya, komik digital, nyanyi solo putra, monolog, dan tari kreasi. Selain itu, sejumlah cabang juga menyumbang juara dua dan tiga, seperti menulis cerpen, nyanyi solo putri, serta beberapa kategori lainnya.

La Hidi memberikan apresiasi tinggi kepada tim pembina yang tetap maksimal mendampingi siswa meski dengan keterbatasan anggaran. Ia menyebut, dari total 16 cabang lomba, hanya dua yang terakomodasi dalam anggaran resmi.

“Namun berkat kerja sama dan dedikasi para guru pembina, kami tetap bisa mengikuti 14 cabang lomba dan hasilnya sangat membanggakan,” katanya.

Tak hanya di bidang seni, prestasi juga diraih di cabang olahraga. Pada ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Anoa Championship di Kendari, siswa SMAN 2 Baubau berhasil meraih tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.

Selain itu, tim sekolah juga sukses meraih juara dua tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dalam lomba kreasi pengibaran bendera MPR RI dalam rangka Hari Konstitusi Nasional.

La Hidi berharap para siswa yang telah berprestasi dapat terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi FLS3N tingkat provinsi.

“Harapan kami, siswa-siswa ini bisa kembali meraih hasil terbaik di tingkat provinsi bahkan mewakili Sulawesi Tenggara ke tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga:

  1. Dinkes Baubau Periksa 445 WBP dan Pegawai Lapas Secara Massal Untuk Cegah Penyakit Menular
  2. 78 Pejabat Baubau Resmi Dilantik Wali Kota Baubau HYF, WFH Tak Jadi Alasan Tetap Tekankan Kinerja ASN

 

Ia juga menyoroti peran penting guru pembina yang bekerja di luar jam mengajar tanpa dukungan honor tambahan akibat keterbatasan penggunaan dana BOS.

“Semoga apa yang dilakukan para pembina menjadi nilai ibadah. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan siswa,” tambahnya.

Berikut beberapa nama siswa berprestasi dalam ajang FLS3N Kota Baubau:
Shofiah Sa’dana (Desain Poster – Juara 1)
Muhammad Najamuddin (Fotografi – Juara 1)
Muhamad Afgan (Fotografi – Juara 2)
Andi Faiz M.H (Instrumen Solo Gitar – Juara 1)
Sumina (Jurnalistik – Juara 1)

Mardianti (Jurnalistik – Juara 3)

Inezz Raysya M (Kriya – Juara 1)

Putri Aryana P (Komik Digital – Juara 1)

Ulfiah Khumairah (Komik Digital – Juara 2)

M. Alif Hidayat A (Nyanyi Solo Putra – Juara 1)

Maulidia Nofrianti (Monolog – Juara 1)

Leguina Elmianto (Monolog – Juara 2)

Nahlah Fuadi & Naylah Syaikhah M (Tari Kreasi – Juara 1)

Raisah M.R (Menulis Cerpen – Juara 2)

Nabila Dwi M.K (Nyanyi Solo Putri – Juara 3)

Prestasi ini menjadi bukti komitmen SMAN 2 Baubau dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang seni dan olahraga.

Dengan capaian tersebut, sekolah berharap dapat terus menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.(*)

Baca Berita Lainnya:

 

BAUBAU,BAUBAUPOST.COM– Kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Baubau menegaskan dominasinya di tingkat nasional setelah meraih 18 medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anoa Champion 2 yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 30 April hingga 3 Mei 2026. “Dari Usia Dini hingga Remaja, Atlet Pelajar Baubau Borong 18 Medali di Kejurnas Pencak Silat, 10 Diantaranya Adalah Medali Emas,”

Dari Usia Dini hingga Remaja, Atlet Pelajar Baubau Borong 18 Medali di Kejurnas Pencak Silat, 10 Diantaranya Adalah Medali Emas
Dari Usia Dini hingga Remaja, Atlet Pelajar Baubau Borong 18 Medali di Kejurnas Pencak Silat, 10 Diantaranya Adalah Medali Emas

Capaian tersebut terdiri atas 10 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu dari total 18 atlet pelajar yang diturunkan dalam tiga kelompok usia, yakni usia dini, pra remaja, dan remaja.

Keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa pembinaan atlet pencak silat di Kota Baubau berjalan sistematis dan berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di level nasional.

dummy

Kepala pelatih IPSI Kota Baubau, Djamal, menyatakan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang yang dijalani atlet dengan disiplin tinggi.
“Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, konsistensi latihan, dan semangat juang para atlet,” ujar Djamal, Senin (4/5).

Ia menambahkan, dukungan dari orang tua dan pihak sekolah turut berperan penting dalam keberhasilan tersebut.
“Peran sekolah dan keluarga sangat besar, terutama dalam memberikan ruang dan motivasi bagi atlet untuk berkembang,” katanya.

Dominasi Baubau paling menonjol terlihat pada kategori remaja. Sejumlah atlet berhasil menyabet medali emas, antara lain Siti Marwah Djamal dari SMAN 1 Baubau, Marhamdan dari SMA 5 Baubau, serta Tegar Arya Prawira, Yasni, dan Andi Sawaludin dari SMAN 5 Baubau. Ronal dari MTs Kalia Lia juga turut menyumbangkan medali emas.

Pada kategori yang sama, Wa Ode Yulianti Oba dari SMKN 4 Baubau meraih medali perak, sementara medali perunggu dipersembahkan oleh Teguh Arya Prawira, Syafitri Lia Amrin dari SMAN 5 Baubau, serta Najwa Diva dari SMKN 4 Baubau.

Sementara itu, di kategori pra remaja, Atika Sari Devi dan Muhammad Idwal dari SMPN 5 Baubau, serta Avira Tri Adinda Mei dari SMPN 4 Baubau, berhasil meraih medali emas. Najwa Ambar Wani dari SMPN 4 Baubau menyumbangkan medali perunggu.

Adapun pada kategori usia dini putri, Jihan Hafizah dari SDN Tomba tampil sebagai peraih medali emas, sedangkan Ajeng Rahma Mukti dan Syafikah Izzatun Nisa dari SDN 7 Baubau masing-masing meraih medali perak.

Keikutsertaan atlet pelajar dalam kejuaraan ini dinilai sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang IPSI Baubau dalam mencetak atlet potensial sejak usia dini hingga remaja.

Secara historis, pencak silat telah berkembang sebagai olahraga prestasi sejak dibentuknya organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia pada 1948, yang kemudian menjadi motor pengembangan silat di tanah air.

Di tingkat internasional, pencak silat semakin mendapat pengakuan setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 2019, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perkembangan olahraga ini.

Selain itu, pencak silat juga telah dipertandingkan dalam ajang multi-event seperti Asian Games 2018, di mana Indonesia tampil sebagai juara umum, menandai era kebangkitan silat di panggung global.

Dalam konteks tersebut, prestasi IPSI Baubau dinilai menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan daya saing nasional di cabang olahraga pencak silat.

baca juga:

  1. 78 Pejabat Baubau Resmi Dilantik Wali Kota Baubau HYF, WFH Tak Jadi Alasan Tetap Tekankan Kinerja ASN
  2. Dinkes Baubau Periksa 445 WBP dan Pegawai Lapas Secara Massal Untuk Cegah Penyakit Menular

 

“Prestasi ini kami harapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga secara serius dan menjauhi hal-hal negatif,” kata Djamal.

Ia juga menegaskan bahwa IPSI Baubau akan terus meningkatkan kualitas pembinaan, termasuk memperluas jangkauan pelatihan dan kompetisi bagi atlet muda.

Dengan capaian ini, Kota Baubau semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah potensial dalam pengembangan atlet pencak silat di Indonesia.(*)

Visited 39 times, 39 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *