BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran handphone ilegal, narkotika, dan praktik penipuan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Hal itu ditindaklanjuti melalui pelaksanaan Apel Bersama dan Ikrar Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkotika, dan Penipuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Baubau. “Lapas Kelas IIA Baubau Perkuat Komitmen Berantas Handphone Ilegal dan Narkoba,”

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 Tahun 2026 tentang Instruksi Pelaksanaan “Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkotika dan Penipuan”.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberantasan handphone ilegal di dalam lapas merupakan harga mati yang harus dijaga seluruh petugas.
Menurutnya, keberadaan handphone ilegal menjadi sumber berbagai tindak kejahatan yang dikendalikan dari dalam lapas, mulai dari peredaran narkoba hingga penipuan kepada masyarakat.
“Masalah terbesar di lapas saat ini adalah handphone ilegal. Dengan handphone, warga binaan bisa memesan narkoba hingga melakukan penipuan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
ia mengingatkan seluruh petugas agar tidak mudah tergoda iming-iming uang dari warga binaan maupun bandar narkoba untuk memfasilitasi masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
“Hanya karena uang ratusan ribu rupiah, jangan sampai kita mengorbankan integritas dan nama baik institusi,” tegasnya.
Selain handphone ilegal, Abdul Waris juga menyoroti ancaman peredaran narkoba di dalam lapas. Ia mengungkapkan berbagai modus penyelundupan terus dilakukan, mulai dari melalui pengunjung, pelemparan dari luar tembok lapas, hingga penggunaan drone pada malam hari.
“Kami beberapa kali menemukan indikasi penggunaan drone untuk memasukkan barang terlarang. Ini sudah menjadi lampu merah bagi seluruh petugas,” katanya.
Abdul Waris menegaskan bahwa seluruh jajaran petugas lapas harus menjaga integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas. Ia juga mengingatkan bahwa sanksi bagi petugas yang terlibat tidak hanya administratif, tetapi juga dapat diproses pidana.

“Jangan sampai kita sebagai pembina narapidana malah akhirnya menjadi narapidana karena tergoda,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pihak lapas juga meminta dukungan dari aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, TNI, dan BNN, mengingat keterbatasan personel di tengah tingginya jumlah warga binaan.
Saat ini, Lapas Kelas IIA Baubau yang berkapasitas 196 orang dihuni sebanyak 498 warga binaan, sementara jumlah petugas hanya sekitar 93 orang.
Meski demikian, Abdul Waris menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menurunkan pengawasan dan pelayanan pembinaan kepada warga binaan.
Usai apel dan pembacaan ikrar, petugas lapas bersama aparat gabungan langsung melaksanakan razia serta tes urine terhadap petugas maupun warga binaan sebagai bentuk komitmen mewujudkan lapas bersih dari narkoba dan handphone ilegal.
baca juga:
- Wali Kota Baubau HYF Lantik 78 Pejabat Fokus Penguatan dan Percepatan Kerja
- IPSI Baubau Ukir Sejarah dengan 18 Medali di Anoa Champion 2, 10 Diantaranya Medali Emas, Buktikan Daya Saing di Tingkat Nasional
Abdul Waris juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pengawasan dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, LSM, hingga perguruan tinggi guna memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai aturan.
“Kami terbuka untuk diawasi. Semua ini demi menjaga marwah lapas dan menjadikan lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang benar-benar memberi harapan bagi masyarakat,” tutupnya.(*)
baca berita lainnya:

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah La Hidi, S.Pd., M.Pd, sekolah ini berhasil meraih juara umum pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Baubau tahun 2026.
Capaian tersebut diraih setelah SMAN 2 Baubau memborong sembilan medali emas dari berbagai cabang lomba yang diikuti. Dari total 16 cabang lomba, sekolah ini mengirimkan peserta di 14 cabang dan hampir seluruhnya berhasil menorehkan prestasi.
“Alhamdulillah kami mendapatkan sembilan medali emas. Ini hasil kerja keras siswa dan guru pembina yang luar biasa,” ujar La Hidi, Rabu (6/5/2026).
Adapun cabang lomba yang berhasil meraih juara pertama di antaranya desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kriya, komik digital, nyanyi solo putra, monolog, dan tari kreasi. Selain itu, sejumlah cabang juga menyumbang juara dua dan tiga, seperti menulis cerpen, nyanyi solo putri, serta beberapa kategori lainnya.
La Hidi memberikan apresiasi tinggi kepada tim pembina yang tetap maksimal mendampingi siswa meski dengan keterbatasan anggaran. Ia menyebut, dari total 16 cabang lomba, hanya dua yang terakomodasi dalam anggaran resmi.
“Namun berkat kerja sama dan dedikasi para guru pembina, kami tetap bisa mengikuti 14 cabang lomba dan hasilnya sangat membanggakan,” katanya.
Tak hanya di bidang seni, prestasi juga diraih di cabang olahraga. Pada ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Anoa Championship di Kendari, siswa SMAN 2 Baubau berhasil meraih tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Selain itu, tim sekolah juga sukses meraih juara dua tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dalam lomba kreasi pengibaran bendera MPR RI dalam rangka Hari Konstitusi Nasional.
La Hidi berharap para siswa yang telah berprestasi dapat terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi FLS3N tingkat provinsi.
“Harapan kami, siswa-siswa ini bisa kembali meraih hasil terbaik di tingkat provinsi bahkan mewakili Sulawesi Tenggara ke tingkat nasional,” ujarnya.
Baca juga:
- Dinkes Baubau Periksa 445 WBP dan Pegawai Lapas Secara Massal Untuk Cegah Penyakit Menular
- 78 Pejabat Baubau Resmi Dilantik Wali Kota Baubau HYF, WFH Tak Jadi Alasan Tetap Tekankan Kinerja ASN
Ia juga menyoroti peran penting guru pembina yang bekerja di luar jam mengajar tanpa dukungan honor tambahan akibat keterbatasan penggunaan dana BOS.
“Semoga apa yang dilakukan para pembina menjadi nilai ibadah. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan siswa,” tambahnya.
Berikut beberapa nama siswa berprestasi dalam ajang FLS3N Kota Baubau:
Shofiah Sa’dana (Desain Poster – Juara 1)
Muhammad Najamuddin (Fotografi – Juara 1)
Muhamad Afgan (Fotografi – Juara 2)
Andi Faiz M.H (Instrumen Solo Gitar – Juara 1)
Sumina (Jurnalistik – Juara 1)
Mardianti (Jurnalistik – Juara 3)
Inezz Raysya M (Kriya – Juara 1)
Putri Aryana P (Komik Digital – Juara 1)
Ulfiah Khumairah (Komik Digital – Juara 2)
M. Alif Hidayat A (Nyanyi Solo Putra – Juara 1)
Maulidia Nofrianti (Monolog – Juara 1)
Leguina Elmianto (Monolog – Juara 2)
Nahlah Fuadi & Naylah Syaikhah M (Tari Kreasi – Juara 1)
Raisah M.R (Menulis Cerpen – Juara 2)
Nabila Dwi M.K (Nyanyi Solo Putri – Juara 3)
Prestasi ini menjadi bukti komitmen SMAN 2 Baubau dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang seni dan olahraga.
Dengan capaian tersebut, sekolah berharap dapat terus menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.(*)



