Bupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di LaweleBupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di Lawele

BUTON, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH meresmikan Jembatan Perintis Garuda Sungai Loko di Dusun Lawunta, Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan yang merupakan bagian dari Program Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia itu dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buton dan TNI guna mempermudah akses menuju kawasan pertanian dan perkebunan. “Bupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di Lawele,”

Bupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di Lawele
Bupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di Lawele

Peresmian tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buton, anggota DPRD Kabupaten Buton, Camat Lasalimu, Komandan Koramil 1413-10 Lasalimu, Kepala Desa Lawele, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, S.Hub.Int., mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membuka akses bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan mempercepat distribusi hasil perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini dibangun untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil perkebunan dan meningkatkan perekonomian warga. Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Letkol Inf Yoni.

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Sungai Loko menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menghadirkan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Walaupun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi berbagai tantangan, dengan semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buton dan TNI, pembangunan jembatan ini dapat terwujud,” kata Alvin.

Menurut Alvin, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memperpendek waktu tempuh masyarakat menuju kawasan perkebunan, tetapi juga diharapkan meningkatkan kelancaran distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, serta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di Desa Lawele dan wilayah sekitarnya.

“Saya berharap masyarakat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas ini dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Dusun Lawunta menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Buton, dan TNI atas terealisasinya pembangunan Jembatan Garuda Sungai Loko. Menurut mereka, jembatan tersebut telah lama dinantikan karena menjadi jalur penghubung utama menuju lahan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga.

baca juga:

  1. Momen Tahun Baru Islam 1448 H Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan
  2. Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam

 

“Jembatan ini sangat membantu masyarakat sebagai akses menuju kawasan perkebunan sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian warga,” ungkap perwakilan tokoh masyarakat.

4

Secara historis, pembangunan jembatan gantung telah menjadi salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam mengatasi keterisolasian wilayah pedesaan, terutama sejak berbagai program percepatan pembangunan kawasan tertinggal digencarkan pada dekade 2010-an. Di tingkat internasional, Bank Dunia (World Bank) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) juga menempatkan pembangunan infrastruktur konektivitas sebagai instrumen utama untuk mengurangi kesenjangan wilayah, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Kehadiran Jembatan Garuda Sungai Loko di Kabupaten Buton menjadi bagian dari semangat pembangunan tersebut, yakni menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

 

BUTON, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Aula Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Takawa, Senin (15/6/2026). “Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi,”

Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi
Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi

Program FLPP diperkenalkan sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi ASN sekaligus mendukung pengembangan kawasan permukiman yang lebih tertata di Kabupaten Buton.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buton menegaskan bahwa penyediaan rumah layak merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kita memiliki rencana pengembangan kawasan perumahan dengan dukungan lahan sekitar 25 hektare. Ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus menjawab kebutuhan hunian masyarakat,” kata Alvin Akawijaya Putra.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga pada penyediaan lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Rencana pengembangan kawasan perumahan tersebut disiapkan untuk mendukung pertumbuhan wilayah Pasarwajo sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan yang terus berkembang. Ketersediaan lahan seluas sekitar 25 hektare menjadi modal awal untuk mewujudkan kawasan hunian baru yang terintegrasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton, La Joni, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah layak di daerah tersebut masih tergolong tinggi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menemukan kondisi hunian yang dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga dalam satu rumah. Bahkan, terdapat rumah yang ditempati hingga lima kepala keluarga sekaligus.

a2 2

“Di Kabupaten Buton ini ada rumah yang dihuni hingga lima kepala keluarga. Di sisi lain, rumah tidak layak huni juga masih cukup banyak. Karena itu, program rumah subsidi melalui FLPP ini menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar La Joni.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau. Karena itu, keberadaan program FLPP dinilai penting untuk membantu masyarakat maupun ASN memperoleh akses pembiayaan perumahan dengan skema yang lebih ringan.

Secara nasional, program FLPP telah menjadi salah satu kebijakan utama pemerintah dalam mengurangi angka backlog perumahan. Sejak diluncurkan pada 2010, program ini telah membantu jutaan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah melalui dukungan pembiayaan jangka panjang dengan bunga yang terjangkau.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan rumah di Indonesia masih cukup tinggi. Pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah melalui berbagai program subsidi, termasuk FLPP, guna menekan angka kekurangan rumah yang selama ini menjadi tantangan pembangunan nasional.

Di tingkat internasional, isu penyediaan hunian layak juga menjadi perhatian global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11, menekankan pentingnya pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Bupati Buton menilai pengembangan kawasan perumahan yang direncanakan pemerintah daerah sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah,” tegas Alvin.

baca juga:

  1. Bupati Buton Alvin Akawijaya Hadiri Gala Dinner Sambut Kunker Pangdam XIV/Hasanuddin di …
  2. Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam

 

Melalui sosialisasi dan edukasi FLPP tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap ASN memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pembiayaan rumah subsidi. Pemerintah daerah juga berkomitmen menyediakan lahan yang siap dikembangkan agar program rumah subsidi yang direncanakan sebagai proyek percontohan (pilot project) dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi bagi tumbuhnya kawasan perkotaan baru di Pasarwajo.(*)

 

Visited 7 times, 1 visit(s) today