Peliput: Iman Supa Editor: Zaman Adha
Raha BP – Setelah didemo oleh siswanya beberapa waktu lalu, Kepala SMAN 1 Raham Drs Muhidin dituntut oleh Kepala Tim Manajer BOS Sultra, Andi Hasbanuddin agar lebih transparan dalam pengelolaan dana BOS.
Menurutnya, dalam pengelolaan dana BOS, Kepala SMAN 1 Raha tidak melibatkan dewan guru. Selain itu, kegiatan OSIS sama sekali tidak tersentuh dana BOS, sehingga siswa harus menggunakan uang pribadinya.
“Untuk memenuhi semua aspirasi disesuaikan dengan kemampuan sekolah, karena tidak semua aspirasi langsung dikabulkan karena keterbatasan anggaran,” ungkap Andi saat melakukan kunjungan SMAN 1 Tongkuno bersama Anggota DPRD Provinsi Sultra LM Taufan Alam, Jumat (7/4).
Andi juga mengungkapkan, jika sarana dan prasarana sekolah tidak dapat didanai oleh BOS, maka pihak sekolah dapat mengajukan proposal di provinsi yang didanai DAK.
“Perbaikan sarana dan prasarana banyak yang dikeluhkan oleh sekolah, dalam Pengguna anggaran dana BOS diharapkan sesuai dengan juknis,” jelasnya.
Andi menambahkan, perencanaan maupun penggunaan dana BOS diperlukan transparasi tidak boleh hanya satu orang yang mengelola, sehingga perlu melibatkan semua dewan guru termasuk masyarakat maupun pengurus OSIS. (*)


