BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau memastikan kesiapan fisik calon jamaah haji (CJH) menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui pelaksanaan tes kebugaran jasmani yang digelar di Pelataran Kotamara, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan wajib sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. “Jelang Haji 2026, Dinkes Baubau Pastikan 87 Fisik Calon Jamaah Tetap Prima,”

Tes kebugaran tersebut diikuti oleh 87 CJH dari total 137 jamaah asal Kota Baubau. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan berlangsung tertib di bawah pengawasan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Baubau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Djainudin Ishak, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik jamaah agar mampu menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan ketahanan stamina tinggi.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan jamaah dapat beribadah dengan aman dan sehat. Fisik yang tangguh menjadi kunci utama dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Djainudin dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor) menerapkan metode Tes Rockport. Metode ini digunakan untuk mengukur kemampuan kardiovaskular melalui aktivitas jalan cepat atau lari ringan dalam jarak tertentu.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar CJH berada dalam kondisi sehat dan bugar. Mayoritas peserta dinyatakan memenuhi syarat fisik untuk diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi umum jamaah cukup baik. Ini menjadi indikator positif bahwa mereka siap menjalani ibadah haji,” kata Djainudin.
Seluruh hasil pemeriksaan kesehatan tersebut langsung diinput ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Haji (SIKH) milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data ini menjadi dokumen resmi yang digunakan dalam proses administrasi keberangkatan jamaah.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap memberikan sejumlah catatan kepada para jamaah untuk menjaga kondisi tubuh, antara lain dengan mengatur pola makan, menjaga asupan gizi, serta rutin melakukan aktivitas fisik ringan hingga waktu keberangkatan.
“Kami mengimbau jamaah untuk tetap disiplin menjaga kesehatan. Persiapan tidak hanya berhenti pada tes ini, tetapi berlanjut hingga hari keberangkatan,” ujarnya.
Selain itu, petugas kesehatan juga diminta untuk terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi jamaah serta memperbarui data kesehatan secara berkala di sistem nasional.
Secara historis, perhatian terhadap kesehatan jamaah haji di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak era 1970-an, ketika pemerintah mulai menerapkan pemeriksaan kesehatan terintegrasi. Bahkan, sejak 2000-an, penggunaan sistem digital seperti SIKH memperkuat pengawasan kesehatan jamaah secara nasional.
Di tingkat internasional, Arab Saudi sebagai penyelenggara ibadah haji juga memperketat standar kesehatan jamaah, terutama pascapandemi COVID-19. Pemeriksaan kebugaran menjadi salah satu syarat penting guna menekan risiko penyakit menular dan kelelahan ekstrem selama pelaksanaan ibadah.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa setiap tahun ratusan ribu jamaah diberangkatkan, sehingga aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah tersebut.
baca juga:
- DPRD Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Siap Evaluasi
- Dinkes Baubau Gandeng Akademisi Hadirkan REMILA untuk Percepat Deteksi Risiko Stunting di Kalangan Remaja
Dengan pelaksanaan tes kebugaran ini, Pemerintah Kota Baubau optimistis seluruh calon jamaah haji dapat berangkat dalam kondisi prima dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
Kegiatan yang berlangsung lancar dan tertib ini sekaligus menumbuhkan optimisme bagi para CJH Baubau untuk menyongsong ibadah haji tahun 2026 dengan kesiapan fisik yang lebih baik.(*)
Galeri Foto
Baca Berita Lainnya:
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kecamatan Murhum keluar sebagai juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XIV tingkat Kota Baubau tahun 2026 yang resmi ditutup pada Jumat (1/5/2026) malam di Lapangan Lembah Hijau. “Murhum Juara Umum di MTQ XIV Baubau, Ajang Religius Berakhir, Generasi Qurani Jadi Sorotan,”
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kecamatan Murhum keluar sebagai juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XIV tingkat Kota Baubau tahun 2026 yang resmi ditutup pada Jumat (1/5/2026) malam di Lapangan Lembah Hijau. “Murhum Juara Umum di MTQ XIV Baubau, Ajang Religius Berakhir, Generasi Qurani Jadi Sorotan,”

Penutupan ajang keagamaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau, Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, terbuka, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Dalam perhelatan itu, Kecamatan Murhum tampil dominan dengan meraih sejumlah gelar juara di berbagai cabang lomba, sehingga mengantarkannya sebagai peraih predikat juara umum tahun ini.
Pada malam penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang terbaik dari sejumlah kategori bergengsi, mulai dari cabang tartil, tilawah, hingga qiraat Al-Qur’an.
Untuk cabang tartil golongan kanak-kanak putra, juara pertama diraih La Ode Dzaki Khairullah dari Kecamatan Wolio, sedangkan kategori putri dimenangkan Nadira Izma Tafana dari Kecamatan Sorawolio.
Sementara itu, pada cabang tilawah golongan anak-anak, juara pertama putra diraih Muh. Habibu Rahman dan putri diraih Khairur Rizkiyah, keduanya berasal dari Kecamatan Wolio.
Adapun cabang tilawah golongan remaja, juara pertama putra diraih Muh. Yasin dari Kecamatan Murhum dan kategori putri diraih Nuramalia dari Kecamatan Kokalukuna.
Pada cabang tilawah golongan dewasa, juara pertama putra diraih Muhammad Sadam H dari Kecamatan Murhum dan putri dimenangkan Eri Fitria dari Kecamatan Sorawolio.
Sedangkan pada cabang qiraat Al-Qur’an mujawwad, juara pertama putra diraih Bernyamin dari Kecamatan Murhum dan juara putri diraih Fitri Khoirunnisa dari Kecamatan Wolio.
Wakil Wali Kota Baubau dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini merupakan hasil pembenahan konsep agar lebih terbuka dan bermartabat.
“Jika kegiatan seni dan olahraga bisa dibuat meriah, maka MTQ juga harus tampil lebih layak dan terbuka. Malam ini menjadi bukti komitmen tersebut,” ujar Wa Ode Hamsinah Bolu.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.
“Kita ingin nilai kejujuran, keikhlasan, dan kebenaran dari Al-Qur’an menjadi fondasi dalam bekerja melayani masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara Iman dan Takwa (Imtak) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam membentuk generasi muda.
“Generasi kita harus cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat secara moral dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tambahnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta bahwa ajang MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ibadah.
“Dalam mencintai Al-Qur’an, tidak ada yang kalah. Semua bernilai ibadah,” tuturnya.
Secara historis, MTQ di Indonesia pertama kali diselenggarakan secara nasional pada tahun 1968 di Makassar, yang kemudian berkembang menjadi agenda rutin dari tingkat daerah hingga nasional sebagai sarana syiar Islam.
Dalam konteks global, kegiatan serupa juga berkembang di berbagai negara Muslim seperti Malaysia dan Mesir yang memiliki tradisi kuat dalam penyelenggaraan lomba tilawah Al-Qur’an bertaraf internasional.
baca juga:
- Pembukaan MTQ XIV Baubau Meriah, Jadi Ajang Syiar dan Prestasi Qurani
- Terima Rekomendasi DPRD, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Tekankan Perbaikan Kinerja
Di Kota Baubau sendiri, penyelenggaraan MTQ tahun ini menjadi momentum kebangkitan tradisi syiar Islam yang lebih terbuka, setelah sebelumnya kegiatan serupa cenderung berlangsung sederhana dan terbatas di lingkungan masjid.
Partisipasi aktif sekolah dan pondok pesantren sejak pawai taaruf hingga pelaksanaan lomba menjadi salah satu indikator meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tersebut.
Pemerintah Kota Baubau berharap, melalui penyelenggaraan MTQ yang lebih representatif ini, akan lahir generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.(*)











https://shorturl.fm/G1NgL