F03.1b

KENDARI, BAUBAUPOST.COM  – Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Percepatan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (22/6/2026). “TPID Kendari Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Lewat Rakor Nasional,”

F03.1b

Rakor yang diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengendalian inflasi di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang masih menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.

Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir. Dari Kota Kendari, rakor diikuti jajaran TPID di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Kendari.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga dan memastikan ketersediaan pasokan tetap aman di pasaran.

“Pemerintah daerah harus terus melakukan pemantauan terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga serta memastikan pasokan tetap tersedia untuk masyarakat,” kata Tomsi Tohir dalam rakor tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga ditentukan oleh kecepatan pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah antisipatif di lapangan.

Dalam forum tersebut, berbagai perkembangan kondisi inflasi nasional dan daerah dibahas secara komprehensif. Pemerintah pusat juga mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan strategis.

Selain itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan berbagai program intervensi yang memiliki dampak langsung terhadap harga pasar, termasuk operasi pasar murah, pengawasan distribusi barang, dan penguatan koordinasi lintas sektor.

TPID Kota Kendari menyatakan siap mendukung langkah-langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga pasar secara rutin serta penguatan komunikasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait.

“Pengendalian inflasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” demikian komitmen yang disampaikan TPID Kota Kendari dalam rakor tersebut.

Keikutsertaan TPID Kendari dalam rakor nasional ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadapi berbagai momentum yang berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok, termasuk perayaan hari besar keagamaan dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan agar langkah pengendalian inflasi berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Tomsi Tohir.

Secara historis, pengendalian inflasi menjadi salah satu agenda utama pemerintah Indonesia sejak dibentuknya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 2008. Program ini terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga di tingkat daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

Data nasional menunjukkan inflasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir relatif terkendali dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasi pasar, serta penguatan distribusi komoditas strategis.

Di tingkat global, pengendalian inflasi juga menjadi tantangan besar pascapandemi Covid-19 dan gejolak geopolitik dunia. Sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa sempat mengalami lonjakan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade akibat terganggunya rantai pasok dan kenaikan harga energi.

baca juga:

  1. Upacara HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provinsi Sultra
  2. HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provinsi Sultra

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, otoritas moneter, serta pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga dan melindungi daya beli masyarakat. Karena itu, forum koordinasi seperti rakor pengendalian inflasi dinilai strategis untuk memperkuat respons pemerintah terhadap potensi gejolak ekonomi di daerah.

Dengan penguatan koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat seiring terjaganya pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. (*)

baca berita lainnya:

KENDARI , BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas. Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, saat membuka Wisuda Santri MA’HAD Umar Bin Khattab Angkatan 2023/2024 Tahun 2026 di Hotel Zahra Syariah Kendari, Senin (22/6/2026). “Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia,”

Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia
Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia

Menurut Nismawati, pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki pemahaman agama yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” kata Nismawati dalam sambutannya.

Ia menilai, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan di MA’HAD Umar Bin Khattab merupakan hasil sinergi antara peserta didik, orang tua, serta para ustaz dan ustazah yang selama ini memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Nismawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang berhasil menyelesaikan proses pendidikan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Lulusan MA’HAD diharapkan menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan penuh toleransi dalam kehidupan sosial. Menurutnya, peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Kegiatan wisuda tersebut dihadiri para santri, orang tua, ustaz, ustazah, serta sejumlah tamu undangan. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri pada jenjang yang telah ditempuh.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik dan nonakademik, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi. Pemberian apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta wisuda, tenaga pendidik, keluarga santri, dan tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun pengabdian di tengah masyarakat.

Secara historis, pendidikan berbasis pesantren dan lembaga keagamaan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan. Pesantren berperan besar dalam mencetak ulama, pemimpin masyarakat, hingga tokoh nasional yang berkontribusi dalam perjuangan bangsa dan pembangunan sosial.

Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa pesantren dan lembaga pendidikan Islam terus berkembang di berbagai daerah sebagai pusat pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Keberadaan lembaga tersebut dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

Dalam konteks global, lembaga pendidikan berbasis agama juga berkembang di berbagai negara, termasuk Malaysia, Turki, Mesir, dan sejumlah negara Timur Tengah. Banyak institusi pendidikan Islam modern mengintegrasikan pembelajaran agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menjawab tantangan era globalisasi.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Konawe Bangun Kerja Sama Ketahanan Pangan …
  2. Sultra Jadi Titik Awal SE2026, BPS RI Kerahkan 2.600 Petugas …

Wisuda Santri MA’HAD Umar Bin Khattab Tahun 2026 di Kendari menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta berkontribusi dalam pembangunan daerah, nasional, dan dunia internasional. (*)

Visited 21 times, 1 visit(s) today
One thought on “TPID Kendari Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Lewat Rakor Nasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *