BUTON, BAUBAUPOST.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1413/Buton terus mempercepat rehabilitasi jalan di Desa Labuandiri, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Memasuki Minggu (26/7/2026), pekerjaan difokuskan pada pemerataan material menggunakan alat berat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas badan jalan agar lebih kokoh, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. “Jalan Desa Labuandiri di Buton Diperkuat, Satgas TMMD ke 129 Fokus Tingkatkan Kualitas,”

Fokus pekerjaan pada tahap ini diarahkan untuk membentuk struktur dasar jalan yang stabil sebelum memasuki tahapan konstruksi berikutnya. Penggunaan alat berat dinilai mampu mempercepat proses penyebaran material sekaligus menjaga tingkat kepadatan dan pemerataan sesuai standar teknis yang telah direncanakan.
Seluruh proses pengerjaan mendapat pengawasan langsung dari personel Satgas TMMD Ke-129. Pengawasan dilakukan pada setiap titik pekerjaan untuk memastikan volume material, ketebalan lapisan, serta kualitas hasil rehabilitasi tetap sesuai dengan perencanaan sehingga infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan yang optimal.
“Pemerataan material ini merupakan tahapan penting dalam pembentukan badan jalan. Kami memastikan setiap proses dikerjakan dengan baik agar hasil rehabilitasi memiliki kualitas yang maksimal dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar salah seorang personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1413/Buton di lokasi pekerjaan.
Ia menambahkan, setiap tahapan pembangunan dilaksanakan secara bertahap dan terukur agar hasil akhir benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas jalan yang dibangun dapat digunakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Program TMMD merupakan salah satu bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sejak pertama kali digelar pada 1980 dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD), program ini telah menjadi instrumen pembangunan nasional yang menyasar daerah tertinggal, terisolasi, maupun kawasan yang membutuhkan percepatan infrastruktur. Pada 1999, program tersebut resmi berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seiring reformasi institusi TNI, dengan tetap mengedepankan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Secara internasional, konsep pelibatan militer dalam pembangunan sipil juga diterapkan di berbagai negara, seperti melalui Army Corps of Engineers di Amerika Serikat yang berperan membangun infrastruktur publik, maupun keterlibatan militer dalam pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah negara Asia dan Eropa saat menghadapi keterbatasan akses wilayah. Meski memiliki karakteristik berbeda, seluruh program tersebut bertujuan mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang memadai.

Melalui TMMD Ke-129, Kodim 1413/Buton terus menghadirkan pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat Desa Labuandiri. Rehabilitasi jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat di Kecamatan Siotapina.
baca juga:
- Bupati Buton Alvin Akawijaya Resmikan TMMD ke-129, Percepat Pembangunan dari Desa …
- Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi
Pembangunan jalan desa yang berkualitas menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Dengan selesainya rehabilitasi ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan ekonomi sehingga manfaat program TMMD dapat dirasakan secara berkelanjutan.(*)
baca berita lainnya:
BUTON, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH meresmikan Jembatan Perintis Garuda Sungai Loko di Dusun Lawunta, Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan yang merupakan bagian dari Program Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia itu dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buton dan TNI guna mempermudah akses menuju kawasan pertanian dan perkebunan. “Bupati Alvin Akawijaya Resmikan Jembatan Garuda Sungai Loko, Perkuat Konektivitas Warga Buton di Lawele,”

Peresmian tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buton, anggota DPRD Kabupaten Buton, Camat Lasalimu, Komandan Koramil 1413-10 Lasalimu, Kepala Desa Lawele, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, S.Hub.Int., mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membuka akses bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan mempercepat distribusi hasil perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini dibangun untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil perkebunan dan meningkatkan perekonomian warga. Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Letkol Inf Yoni.
Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Sungai Loko menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menghadirkan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Walaupun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi berbagai tantangan, dengan semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buton dan TNI, pembangunan jembatan ini dapat terwujud,” kata Alvin.
Menurut Alvin, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memperpendek waktu tempuh masyarakat menuju kawasan perkebunan, tetapi juga diharapkan meningkatkan kelancaran distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, serta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di Desa Lawele dan wilayah sekitarnya.
“Saya berharap masyarakat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas ini dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Dusun Lawunta menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Buton, dan TNI atas terealisasinya pembangunan Jembatan Garuda Sungai Loko. Menurut mereka, jembatan tersebut telah lama dinantikan karena menjadi jalur penghubung utama menuju lahan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga.
baca juga:
- Momen Tahun Baru Islam 1448 H Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan …
- Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam
“Jembatan ini sangat membantu masyarakat sebagai akses menuju kawasan perkebunan sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian warga,” ungkap perwakilan tokoh masyarakat.

Secara historis, pembangunan jembatan gantung telah menjadi salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam mengatasi keterisolasian wilayah pedesaan, terutama sejak berbagai program percepatan pembangunan kawasan tertinggal digencarkan pada dekade 2010-an. Di tingkat internasional, Bank Dunia (World Bank) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) juga menempatkan pembangunan infrastruktur konektivitas sebagai instrumen utama untuk mengurangi kesenjangan wilayah, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Kehadiran Jembatan Garuda Sungai Loko di Kabupaten Buton menjadi bagian dari semangat pembangunan tersebut, yakni menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.(*)



