Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, 71 Peserta MendaftarDinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, 71 Peserta Mendaftar

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 71 peserta mendaftar untuk mengikuti Lomba Dayung Koli-Koli dan Lomba Perahu Hias yang digelar Dinas Perikanan Kota Baubau dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-485 Kota Baubau dan 25 tahun sebagai daerah otonom. Kedua perlombaan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WITA di kawasan Kota Mara, Baubau. “Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, 71 Peserta Mendaftar,”

Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, 71 Peserta Mendaftar
Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, 71 Peserta Mendaftar

Jumlah tersebut terdiri atas 46 peserta lomba dayung koli-koli dan 25 peserta lomba perahu hias. Pendaftaran berlangsung pada 1–9 Oktober 2026. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis tradisi bahari masih memiliki daya tarik bagi masyarakat, terutama warga pesisir yang memiliki kedekatan dengan kehidupan laut.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., mengatakan pihaknya bertanggung jawab mengoordinasikan kedua perlombaan tersebut. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memberi kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam perayaan hari jadi kota. “Perayaan lomba ini merupakan rangkaian HUT Kota Baubau yang melibatkan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat pesisir. Kami memberikan ruang kepada mereka untuk berpartisipasi dan bersama-sama memeriahkan hari jadi kota,” ujarnya.

Bagi masyarakat pesisir Baubau, dayung koli-koli bukan sekadar sarana perlombaan, melainkan bagian dari tradisi yang berkaitan dengan aktivitas bahari. Karena itu, penyelenggaraan lomba diharapkan dapat menjaga keberlanjutan olahraga tradisional tersebut sekaligus mempererat hubungan sosial antarnelayan dan warga pesisir.

Untuk mendukung pelaksanaan lomba, Dinas Perikanan menyiapkan 10 perahu koli-koli yang digunakan peserta secara bergantian. Peserta diperbolehkan membawa dayung sendiri sesuai kebutuhan dan strategi mendayung masing-masing. Panitia juga menyiapkan kebutuhan teknis lain untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Perlombaan akan semakin semarak dengan eksibisi tiga perahu naga yang direncanakan tampil sebagai atraksi pembuka atau hiburan. Kehadiran perahu naga diharapkan menambah daya tarik acara dan memperkenalkan olahraga dayung kepada masyarakat yang lebih luas.

Yulia menegaskan bahwa tujuan kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada sportivitas, kebersamaan, dan kegembiraan masyarakat. Ia berharap keterlibatan generasi muda dapat menjadi jalan untuk meneruskan tradisi bahari sekaligus meningkatkan perhatian terhadap potensi kelautan dan perikanan sebagai sumber penghidupan serta peluang ekonomi.

baca juga:

  1. Buton Selatan, Baubau, dan Buton Bangun Sinergi Pangan untuk Jaga Daya Beli Warga dan Kendalikan …
  2. Kabut Asap Kembali Ganggu Baubau, Konsentrasi PM2.5 Baubau Sempat 34,5 µg/m³, Pemkot Baubau Minta Warga Waspada, Pakai Masker, dan Hentikan Bakar lahan

Dalam konteks yang lebih luas, pelestarian tradisi bahari sejalan dengan pentingnya laut bagi kehidupan masyarakat Indonesia sebagai negara kepulauan. Di tingkat internasional, tradisi mendayung juga berkembang dalam berbagai bentuk olahraga dan festival maritim. Melalui perayaan ini, Baubau berpeluang menghubungkan warisan lokal dengan pengembangan kegiatan budaya dan olahraga yang dapat menarik partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. (*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kepala SMA Negeri 1 Baubau Samsuriati AH, S.Pd., M.M., memprioritaskan pembenahan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah pada bulan pertama masa kepemimpinannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan warga sekolah sekaligus memulihkan prestasi akademik dan nonakademik agar kembali mampu bersaing di tingkat nasional. “Jadi Kepsek SMA 1 Baubau, Samsuriati Susun Tahapan Pembenahan Kebersihan dan Penguatan Disiplin, Selanjutnya Bidik Kebangkitan Prestasi hingga Tingkat Nasional,”

Jadi Kepsek Benahi SMA 1 Baubau, Samsuriati Susun Tahapan Pembenahan Kebersihan dan Penguatan Disiplin, Selanjutnya Bidik Kebangkitan Prestasi hingga Tingkat Nasional
Jadi Kepsek  SMA 1 Baubau, Samsuriati Susun Tahapan Pembenahan Kebersihan dan Penguatan Disiplin, Selanjutnya Bidik Kebangkitan Prestasi hingga Tingkat Nasional

Samsuriati mulai bertugas pada 28 September 2026 setelah dilantik pada 21 September dan menjalani serah terima jabatan di Aula SMA Negeri 1 Baubau pada 26 September 2026. Prioritas pembenahan lingkungan itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., yang diterimanya setelah pelantikan.

Dalam apel pagi yang diikuti sekitar 1.300 siswa dan seluruh dewan guru, Samsuriati memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan agenda pembenahan sekolah. Setelah apel, ia meninjau dan mendokumentasikan kondisi sejumlah area sekolah untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu dibenahi. “Saya berharap semuanya mendukung agar target kebersihan, kerapian, dan kenyamanan sekolah dapat terwujud dalam waktu satu bulan,” ujarnya kepada Baubau Post, Rabu (7/10/2026).

Ia menegaskan, pembenahan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas kebersihan. Seluruh warga sekolah perlu membangun kebiasaan menjaga fasilitas dan membuang sampah pada tempatnya. “Keberhasilan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Samsuriati.

Di luar pembenahan fisik, tantangan berikutnya ialah mengangkat kembali capaian SMA Negeri 1 Baubau dalam kompetisi tingkat nasional. Pada 2018, sekolah tersebut mengirimkan tiga dari delapan bidang studi yang lolos ke tingkat nasional, sedangkan lima bidang lainnya berasal dari SMA Negeri 2 Baubau. Meski masih mendominasi capaian di tingkat Kota Baubau, dalam tiga tahun terakhir peserta SMA Negeri 1 Baubau belum berhasil menembus tingkat nasional pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Samsuriati menyatakan akan mempertahankan capaian yang telah dibangun para pendahulunya sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa. “Saya akan mempertahankan seluruh prestasi yang telah diraih pendahulu, sekaligus berjuang mengembalikan kejayaan SMA Negeri 1 Baubau agar kembali mampu bersaing hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sebelum memimpin sekolah tersebut, Samsuriati telah menempuh sejumlah tahapan pengembangan kompetensi. Ia meraih sertifikat Cakep pada 2017, lulus sebagai Guru Penggerak pada 2022, lulus BCKS pada 2025, serta mengikuti asesmen calon kepala sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2026. Untuk dua bulan pertama, program kerjanya disusun bertahap: bulan pertama berfokus pada kebersihan, kerapian, dan kenyamanan sekolah, sedangkan bulan kedua diarahkan pada penegakan disiplin secara menyeluruh serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.

baca juga:

  1. Asap Kebakaran Masuk Baubau, Konsentrasi PM2.5 Sempat Capai 34,5 µg/m³, Pemkot Imbau Warga …
  2. Hari Jadi Kota Baubau ke-25 Sebagai Darah Otonom, Dinkes Perkuat Edukasi HIV, Sifilis, dan Hepatitis Pada 80 Pelajar SMAN 1

Pembenahan tersebut sejalan dengan perhatian dunia pendidikan terhadap lingkungan belajar yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan siswa. Namun, pemulihan prestasi SMA Negeri 1 Baubau tetap membutuhkan evaluasi capaian, pembinaan siswa, serta dukungan guru dan orang tua. Keberhasilan program itu akan terlihat dari konsistensi pelaksanaan pembenahan dan kemampuan siswa kembali meraih hasil kompetisi yang lebih tinggi. (*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *