F01.5 1Pj Buoati Busel La Ode Budiman bersama para OPDnya ketika menghadiri evaluasi yang dilakukan Kemendagri

Pewarta: Ardi Toris

BATAUGA, BP-–Kementrian dalam Negeri (kemendagri) menggelar rapat evaluasi kinerja penjabat Kepala Daerah Tahun 2022. Penilaian terhadap penjabat kepala daerah se-Indonesia termasuk salah satunya mengevaluasi Pj Bupati Busel La Ode Budiman, SKM, M.MKes. Rapat evaluasi dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian.

F01.5 1
Pj Buoati Busel La Ode Budiman bersama para OPDnya ketika menghadiri evaluasi yang dilakukan Kemendagri

Dari enam indikator penilaian hasil evaluasi Kemendagri, Pemkab Busel menunjukkan kinerja yang positif selama tujuh bulan memimpin Busel. Ditangan La Ode Budiman. Kemendagri menilai Pemkab Busel menjadi satu-satunya daerah di Sultra yang mampu mengendalikan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kategori pertama, pendapatan daerah menunjukkan tren positif dengan persentase peningkatan mencapai sebesar 105,69 persen. Melebihi standar persentase nasional yakni sebesar 97,03 persen. Sedangkan realisasi belanja daerah mencapai 92,43 persen. Diatas rata-rata belanja nasional sebesar 86,63 persen.

Kedua, Pemkab Busel dinilai berhasil menekan angka inflasi daerah seiring dengan penurunan tingkat kemiskinan ekstrim yang hanya tersisa 1,74 persen. Atau setara dengan 1.400 jiwa. Dengan standar nasional 2,64 persen tingkat kemiskinan ektrim kabupaten/kota se-Indonesia.

Untuk urusan peningkatan penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sejak dilantik 27 Mei 2022 silam, La Ode Budiman, SKM, M.MKes telah berhasil merealisasikan sebesar 83,32 persen belanja daerahnya untuk menggunakan produk dalam negeri. Sementara, Pemerintah Pusat hanya mematok penggunaan produk nasional tersebut sebesar 40 persen saja.

Kategori lain, Pemkab Busel juga dinilai berhasil menekan angka pengangguran dalam angka. Angka pengangguran tersisa sebesar 4,18 persen dari total jumlah penduduk. Sementara rata-rata angka pengangguran nasional mencapai 5,86 persen.

Pj Bupati Busel La Ode Budiman, SKM, M.MKes mengaku merasa bersyukur atas pencapaian kinerja diatas rata-rata nasional. “Alhamdulillah kita berada pada posisi yang baik dengan berhasil menjawab tantangan yang ada. Dari hasil evaluasi kinerja oleh Kemendagri hari ini kita mampu berada diatas rata-rata nasional,” harapnya.

Meskipun demikian masih terdapat satu indikator penilaian yang tergolong tinggi yakni penanganan Stunting. Ini menjadi pekerjaan rumah Pemkab Busel untuk diatasi.

“Kita tetap optimis dapat menuntaskannya. Saat ini, kita telah melakukan intervensi baik anggaran maupun kebijakan dengan sejumlah program agar Stunting di Kabupaten Buton Selatan dapat turun hingga 21,6 persen ditahun 2023 bahkan dibawah 14 persen ditahun 2024 nantinya,” tuturnya.

baca juga: Halifi Bertekad Jadikan SDN 1 Lawela Sebagai Ikon Sekolah di Busel, Harus Ditata dan Dibenahi

Pencapaian yang diperoleh saat ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan seluruh pihak tanpa terkecuali masyarakat Buton Selatan seutuhnya. “Penilaian tersebut memotivasi kami dan pimpinan OPD untuk bekerja lebih baik lagi,” tutupnya. (*)