Kika- LM Takdir, La Ode Ali Hasan, M Rais, Pedagang Daging Sapi di Pasar Karyanugraha Tidak Mau Pindah di Pasar Wameo, Pol PP Akui Tidak Punya Kewenangan BertindakKika- LM Takdir, La Ode Ali Hasan, M Rais, Pedagang Daging Sapi di Pasar Karyanugraha Tidak Mau Pindah di Pasar Wameo, Pol PP Akui Tidak Punya Kewenangan Bertindak

BAUBAU, BP – Sejumlah pedagang sapi di Pasar Tradisional Karyanugraha tidak ingin pindah di pasar Tradisional Wameo, meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) baru saja menyiapkan lapak untuk pedagang daging sapi, setelah berkalborasi dengan sejumlah instansi terkait, diantaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan). “Pedagang Daging Sapi di Pasar Karyanugraha Tidak Mau Pindah di Pasar Wameo, Pol PP Akui Tidak Punya Kewenangan Bertindak.”

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Karyanugraha, Muhammad Arif (57) ketika ditemui Baubau Post mengatakan pihaknya tidak ingin pindah ke Pasar Tradisional Wameo, sebab ia telah mempunyai pelanggan tetap dan masyarakat sudah banyak yang tau.

“Saya tidak mau pindah di sana, (Pasar Wameo-Red), di sini saya sudah ada pelanggan, saya sudah nyaman di sini, di sini juga kan pasar, kenapa harus pindah lagi,” katanya.

Kika- LM Takdir, La Ode Ali Hasan, M Rais, Pedagang Daging Sapi di Pasar Karyanugraha Tidak Mau Pindah di Pasar Wameo, Pol PP Akui Tidak Punya Kewenangan Bertindak
Kika- LM Takdir, La Ode Ali Hasan, M Rais, Pedagang Daging Sapi di Pasar Karyanugraha Tidak Mau Pindah di Pasar Wameo, Pol PP Akui Tidak Punya Kewenangan Bertindak

Disamping itu, Muhammad Arif (57) mengakui, pihaknya mendapat undangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Baubau untuk mengikuti rapat. Namun ia tak menghadirinya.

“Saya menjual di sini (daging sapi-Red) hampir 20 tahun, saya potong sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), saya bayar juga uang retribusinya,” katanya.

Hal senada dikatakan Bibim (34), pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Karyanugraha, pihaknya tidak ingin pindah karena merasa nyaman menjual di Pasar Tradisional Karyanugraha.

“Kita menjual inikan untuk menafkahi anak dan istri, baru di sini sudah banyak yang tau, terus kita juga potong sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), di situ kita bayar juga pajaknya sama mereka (Pemerintah-Red),” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Baubau La Ode Ali Hasan mengakui bahwa pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Karyanugraha tidak ingin pindah.

“Ada memang yang sampai hari ini, mereka tetap berjualan di sana (Pasar Karyanugraha-Red), Tapi pemotongan sapi yang hadir saat rapat, sudah sepakat semuanya berjualan di Pasar Wameo,” katanya.

baca juga:

Kendati demikian, mantan Direktur PDAM Kota Baubau itu berharap kepada pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Karyanugraha agar mau pindah, sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau telah menyiapkan lapak di Pasar Tradisional Wameo.

“Harapan kita, harus pindah semua, kita sudah sepakat pada saat itu,”mereka sudah pindah semua itu, Perindag sudah siapkan tempatnya,” kata Ali Hasan ketika dikonfirmasi Baubau Post di kantor Walikota Baubau, Jumat (29/09/2023).

Terpisah, Kasatpol PP Baubau La Ode Muhammad Takdir mengatakan Sat Pol PP tidak punya wewenangan untuk memindahkan pedagang daging sapi dari Pasar Karyanugraha ke Pasar Tradisional Wameo.

“Pasar Karyanugraha itu pasar swasta, artinya tidak bisa juga kita melarang mereka menjual daging sapi, karena siapa saja yang menjual di situ bisa,” katanya.

Progres Dispertan dan Disperindag Kota Baubau, kata dia, Sat Pol PP sekedar mendampingi untuk menertibkan para pedagang daging sapi bila ditemukan menjual di trotoar atau di pinggir jalan yang mengganggu penjalan kaki, sesuai Perda nomor 1 tahun 2015.

“Sat Pol PP mendapingi, tertibkan, kalaupun mereka masih menjual di Pasar Karyanugraha, kami tinggal menunggu perintah dari dinas pertanian dan Disperindag, Karena itu menyangkut konsekuensi juga, karena kita tidak bertanggung jawab di situ, seandainya juga kita paksakan mereka, apa dasar hukumnya kita, kalau kita biarkan,” tutup.(*)

Berita lainnya:

 

BAUBAU, BP – Dalam rangka bulan suci Ramadhan 1444 hijiriah, PT Makassar Raya Motor (MRM) Daihatsu cabang Kota Baubau, menggelar Showroom Event Daihatsu Idul Fitri (Daifit), yang diselenggarakan di kantor PT MRM Daihatsu, Sabtu (8/4/2023)

Pada event tersebut, diisi dengan penjelasan produk terbaru Astra Daihatsu Ayla 2023 dan produk-produk Daihatsu lainnya. Adapun, customer yang melakukan pembelian mobil Daihatsu pada Showroom Event Daihatsu Daifit, mendapatkan kupon undian berhadiah sembilan paket umroh, yang akan diundi pada 30 April 2023.

F01.3 1

Kepala Cabang PT MRM Daihatsu Baubau, Sehi Abdul Baid saat dikonfirmasi mengatakan, pada showroom event daifit ini banyak promo yang ditawarkan kepada customer jika melakukan pembelian daihatsu. Untuk jangka waktu mulai 1 Maret-30 April 2023, namun karena momentnya bertepatan dengan menyambut Idul Fitri, maka waktunya dilakukan pada tanggsl 8 April 2023 saja

“Hanya hari ini saja, banyak promo yang diberikan, mulai dari diskon untuk semua tipe unit mobil salah satunya mengurangi Down Payment (DP) hingga paket umroh. Akan tetapi, itu melalui finance yang namanya acc atau dav,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk penjualan mobil Daihatsu khususnya di MRM Cabang Baubau secara market masih pada posisi pertama, dari seluruh penjualan mobil secara auto di Kota Baubau. Dimana, pada penjualan bulan Februari berhasil mencapai 50 unit mobil dan Maret ditutup dengan 45 unit mobil

“Untuk target tahun ini, pada cabang-cabang itu ditargetkan 40 unit perbulan, maka target kami di tahun 2023 sebanyak 480 unit yang harus terjual. Sementara pada tahun sebelumnya, secara presentase 98 persen yang tercapai,” tuturnya.

Sementara itu, Supervisor PT MRM Daihatsu Baubau Syaeful Bahri mengatakan, untuk penjualan mobil pada bulan Maret-April 2023 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, Daihatsu masih menguasai market atau pasar otomotif khususnya di Kepulauan Buton (Kepton).

“Dengan adanya event daifit ini juga menjadi salah satu rangsangan untuk market kami di tahun 2023,” ungkap Syaeful

baca juga: Jelang Ramadan dan Lebaran Pemkab Busel Baru Akan Gelar Operasi Pasar

Pada moment itu juga, PT MRM Cabang Baubau sekaligus memperkenal mobil terbaru, dari 10 tahun lamanya yang desainya baru beruba 100 persen. Dengan hadirnya mobil Astra Daihatsu Ayla ini, dapat menggampangkan masyrakat khususnya di Kota Baubau, untuk melakukan pembelian dengan promo-promo yang ada pada event hari ini

“Selama bulan Ramadhan ini, semua unit penjualan sama, sebab kami setiap unit mulai dari pick up hingga Terios memiliki target, khususnya Astra Daihatsu Ayla kami sudah packing kurang lebih 20 SPK,” tutupnya.(*)