Kegiatan pesantren kilat SDN 3 Baubau, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 HKegiatan pesantren kilat SDN 3 Baubau, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H

BAUBAU, BP – SD Negeri 3 Baubau mengawali pelaksanaan Ramadhan 1447 Hijriah dengan menyelenggarakan pesantren kilat dan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan seluruh siswa. Rangkaian kegiatan ini digelar pada 23–25 Februari 2026 sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter keagamaan sekaligus penanaman nilai solidaritas sejak dini. “Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H,”

Kegiatan pesantren kilat SDN 3 Baubau, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H
Kegiatan pesantren kilat SDN 3 Baubau, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H

Pelaksanaan pesantren kilat dilakukan selama tiga hari dengan sistem bergiliran, menyesuaikan kapasitas ruang yang tersedia di area sekolah. Hari pertama diikuti siswa kelas I, III, dan VI, disusul kelas II, IV, dan V pada hari kedua. Sementara itu, hari ketiga menjadi penutup kegiatan yang diisi oleh perwakilan dari beberapa kelas.

Kepala SD Negeri 3 Baubau, Wa Ode Siti Arabia, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia. “Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya, Sabtu (28/02/2026).

Selama tiga hari pelaksanaan, siswa menerima materi keagamaan yang mencakup pembinaan akhlak, penguatan iman, hingga pembiasaan sikap religius. Tema besar yang diangkat yakni “Membentuk Generasi Berakhlakul Karimah, Cerdas Berkarakter, dan Menjadi Anak Indonesia Hebat.”

Kegiatan tersebut juga menghadirkan pendongeng dari Yogyakarta pada hari penutupan. Kisah-kisah yang dibawakan berfokus pada nilai kehidupan dunia dan akhirat, serta pemahaman tentang balasan amal, surga, dan neraka. “Materi dongeng disampaikan dengan cara menarik sehingga anak-anak mengikuti dengan penuh antusias,” terang Siti Arabia.

Pada kesempatan yang sama, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah. Aktivitas ini diikuti oleh seluruh peserta pesantren kilat sebagai bentuk kebersamaan antara siswa dan guru.

Selain kegiatan religius, SD Negeri 3 Baubau juga mengaktifkan program Sedekah Ramadhan. Program yang telah menjadi tradisi tahunan ini mengajak siswa bersedekah secara sukarela. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan kepada siswa kurang mampu dan masyarakat sekitar, termasuk panti asuhan.

Kepala Sekolah SDN 3 Baubau Wa Ode Siti Arabia, S.Pd., M.Si, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H
Kepala Sekolah SDN 3 Baubau Wa Ode Siti Arabia, S.Pd., M.Si, Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H

Siti Arabia menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan agenda pembagian takjil yang akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Selama bulan Ramadhan, proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian waktu. Guru diimbau menyisipkan nilai-nilai keagamaan dan karakter dalam setiap mata pelajaran. Kebijakan ini merujuk pada arahan Dinas Pendidikan yang mendorong pendidikan berbasis karakter di seluruh satuan pendidikan.

Menariknya, SD Negeri 3 Baubau dikenal sebagai sekolah dengan keragaman agama. Untuk itu, pihak sekolah tetap memberi ruang bagi siswa non-muslim melalui kegiatan pembinaan sesuai keyakinan masing-masing. Kebijakan ini diambil untuk menjaga harmoni dan toleransi di lingkungan sekolah.

baca juga:

  1. Bangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian Menyeluruh
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Sebut Pembangunan Sekolah Rakyat Baubau Siap Dimulai, Tender Ditarget April 2026

Secara historis, kegiatan pesantren kilat di sekolah-sekolah Indonesia telah dimulai sejak era 1980-an ketika pemerintah memperkuat kebijakan pendidikan moral Pancasila. Di tingkat global, program pembinaan karakter di bulan suci juga telah lama diterapkan di sejumlah negara mayoritas muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Mesir sebagai upaya membentuk disiplin dan akhlak generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan, pihak sekolah berharap pembentukan karakter siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Kami ingin siswa tumbuh sebagai pribadi yang religius, berakhlak, dan peduli sesama. Ramadhan menjadi momen penting untuk menanamkan nilai itu,” tutup Kepsek SD Negeri 3 Baubau tersebut.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BP — Untuk memaksimalkan momentum pendidikan karakter selama Ramadhan 1447 Hijriah, SMP Negeri 5 Baubau menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh siswa kelas VII hingga IX. Program yang berlangsung sepanjang Ramadhan ini bertujuan menanamkan disiplin spiritual, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. “SMPN 5 Baubau Semarakkan Ramadhan Lewat Program Keagamaan dan Aksi Sosial,”

Kepala Sekolah SMP N 5 Baubau Machmud S.Pd, , SMPN 5 Baubau Semarakkan Ramadhan Lewat Program Keagamaan dan Aksi Sosial
Kepala Sekolah SMP N 5 Baubau Machmud S.Pd, , SMPN 5 Baubau Semarakkan Ramadhan Lewat Program Keagamaan dan Aksi Sosial

Pembukaan kegiatan diawali dengan pesantren Ramadhan selama tiga hari. Selama mengikuti program tersebut, para siswa dibimbing dalam pembinaan akhlak, pendalaman akidah, serta peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan sekolah dalam rangka pembinaan keislaman yang lebih intens selama bulan suci.

Kepala sekolah, Machmud S.Pd, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya membentuk karakter religius generasi muda. “Program pesantren Ramadhan dirancang untuk memperkuat pembinaan moral sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan siswa,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Selain pembinaan keagamaan, pihak sekolah juga menyesuaikan sistem belajar mengajar selama Ramadhan. Aktivitas pembelajaran dimulai pukul 07.30 WITA dan jam pelajaran dipersingkat menjadi 30 menit per sesi. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Machmud menambahkan bahwa kebijakan perubahan durasi pembelajaran mengikuti arahan Dinas Pendidikan. “Penyesuaian ini merupakan bagian dari regulasi untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif selama siswa berpuasa,” katanya. Waktu pulang pun dipercepat hingga pukul 11.50 WITA, sementara sejumlah kelas selesai lebih awal, yakni sekitar pukul 10.20 WITA.

Di sisi lain, bentuk kegiatan sosial juga menjadi fokus SMPN 5 Baubau dalam memaknai Ramadhan. Melalui OSIS, siswa menggelar program berbagi takjil yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di jalan poros sekitar lingkungan sekolah.

Menurut Machmud, aksi sosial siswa itu merupakan kontribusi sukarela dari peserta didik. “Program berbagi takjil ini lahir dari inisiatif siswa dan menjadi agenda rutin yang kami kolaborasikan dengan bagian kesiswaan,” tuturnya. Pembagian takjil diharapkan dapat menanamkan nilai empati sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar.

Selain kegiatan sosial tersebut, SMPN 5 Baubau juga telah merencanakan penyelenggaraan buka puasa bersama menjelang akhir Ramadhan. Meskipun jadwal resminya masih disusun, tradisi tersebut diharapkan menjadi momen silaturahmi antarsiswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Rangkaian kegiatan Ramadhan di sekolah ini sejalan dengan sejarah panjang tradisi pendidikan keagamaan di Indonesia. Sejak masa awal kemerdekaan, pesantren kilat dan pendidikan nilai selama Ramadhan merupakan sarana efektif membangun karakter generasi muda. Beberapa negara mayoritas Muslim seperti Malaysia, Mesir, dan Turki juga menerapkan program serupa sebagai bagian dari kurikulum nonformal selama bulan suci.

baca juga:

  1. SD Negeri Tomba Baubau Deklarasikan Stop Bullying Demi Lingkungan Belajar Aman
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Sebut Pembangunan Sekolah Rakyat Baubau Siap Dimulai, Tender Ditarget April 2026

Pembinaan karakter lewat tradisi Ramadhan juga tercatat dalam sejarah sebagai momen penguatan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas. Secara global, kegiatan sosial seperti berbagi makanan saat berbuka (iftar) menjadi simbol kepedulian masyarakat Muslim di berbagai negara, termasuk program community iftar yang marak di Inggris, Australia, hingga Amerika Serikat.

Dengan berbagai kegiatan yang telah disusun, SMPN 5 Baubau berharap Ramadhan tahun ini bukan hanya menjadi periode ibadah, tetapi juga ruang pembentukan jati diri siswa agar lebih religius, peduli, dan berkarakter kuat. Pihak sekolah optimistis bahwa program ini dapat memberi dampak positif jangka panjang bagi perkembangan siswa.(*)

Visited 74 times, 1 visit(s) today