Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan KuningAntisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM— Pemerintah Kota Baubau memastikan layanan kebersihan tetap berjalan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah dengan menerapkan skema kerja lembur bagi petugas kebersihan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah. “Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning,”

Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning
Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning

Kebijakan tersebut ditegaskan Wali Kota Baubau, H Yusran Fahim, SE, sebagai langkah preventif menghadapi potensi penumpukan sampah yang kerap terjadi selama masa libur Lebaran.

“Kalau libur dua hari, sampah bisa menumpuk dan menggunung di mana-mana. Karena itu, petugas tetap bekerja dan dihitung sebagai lembur,” ujar Yusran dalam keterangannya di Baubau, Minggu (15/03/2026).

Langkah ini dinilai penting mengingat pengalaman di berbagai kota di Indonesia menunjukkan bahwa produksi sampah rumah tangga meningkat signifikan saat hari raya keagamaan, terutama Idulfitri.

Data nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam beberapa tahun terakhir mencatat kenaikan volume sampah hingga 20–30 persen selama periode Lebaran, terutama dari sektor rumah tangga dan konsumsi makanan.

Fenomena serupa juga terjadi secara global. Bank Dunia dalam laporan What a Waste 2.0 menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi saat hari besar keagamaan dan liburan menjadi salah satu faktor utama lonjakan sampah perkotaan di berbagai negara berkembang.

Dalam konteks tersebut, Baubau mengambil langkah antisipatif dengan memastikan operasional pengangkutan sampah tetap berjalan, bahkan saat sebagian besar aktivitas pemerintahan dan masyarakat diliburkan.

Yusran menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti, terlebih untuk sektor esensial seperti kebersihan lingkungan kota.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan. Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama, apalagi di momen Lebaran,” katanya.

Selain aspek operasional, perhatian juga diberikan pada kesejahteraan petugas kebersihan yang tetap bekerja di hari libur.

Wali Kota menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan pembayaran upah lembur dilakukan tepat waktu dan tanpa kendala administratif.

“Saya minta jangan sampai seperti yang lalu, sudah bekerja di hari libur tapi tidak dibayar. Kalau ada kendala, laporkan langsung ke saya,” tegasnya.

Instruksi tersebut sekaligus menjadi evaluasi terhadap persoalan administratif yang sebelumnya sempat terjadi, di mana pembayaran lembur mengalami keterlambatan.

Sebagai bentuk apresiasi, Yusran juga menyerahkan bantuan pribadi berupa 300 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram kepada petugas kebersihan dan penyapu jalan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai dukungan moral sekaligus bentuk kepedulian terhadap para pekerja yang tetap bertugas di tengah suasana libur hari raya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Dra Hj Amalia, M.Si, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

“Selain bantuan pribadi wali kota, ada 160 paket bantuan dari pemerintah dan mitra yang disalurkan kepada warga,” ujar Amalia.

Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning
Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning

Bantuan tersebut terdiri atas beras, telur, minyak goreng, dan tepung terigu yang bersumber dari berbagai pihak.

Rinciannya meliputi 60 paket dari APBD Kota Baubau, 30 paket dari PLN, 20 paket dari Alfamidi, 30 paket dari Pasipa, serta 30 paket dari Bank BPD Sultra.

Program bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Secara historis, kebijakan menjaga layanan kebersihan saat hari besar keagamaan bukan hal baru di Indonesia. Sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya telah lebih dahulu menerapkan sistem kerja bergilir dan lembur bagi petugas kebersihan sejak awal 2000-an.

baca juga:

  1. Takbir Keliling Baubau Dirancang Lebih Meriah dan Tertib Sambut Idulfitri 1447 H, Wali Kota Baubau H
  2. Remisi Idulfitri 1447 H Diberikan Pada 284 Warga Binaan Lapas Baubau Tanpa Bebas Langsung, 44 Orang Belum Memenuhi Syarat, Penghuni Dominan Kasus Narkotika

Kebijakan tersebut terbukti efektif dalam menekan dampak penumpukan sampah serta menjaga kenyamanan lingkungan perkotaan selama periode libur panjang.

Dengan langkah serupa, Pemerintah Kota Baubau berharap dapat memastikan kota tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM— Sebanyak 43 kelurahan ambil bagian dalam pawai takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung meriah di Kota Baubau, Jumat malam (20/3/2026). Kegiatan ini dipadati warga yang memadati sepanjang rute protokol kota. “Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute,”

Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute
Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute

Pawai yang juga dilombakan tersebut menampilkan berbagai kendaraan hias dan iringan bedug yang menciptakan suasana religius sekaligus meriah. Sepanjang jalur, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang melintas.

Kegiatan ini mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan, meliputi kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Satpol PP. Pengamanan dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan peserta.

Pawai takbir keliling secara resmi dilepas oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, serta Ketua DPRD Ardin Jufri dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Yusran Fahim menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk syiar Islam sekaligus wujud rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

“Momentum ini adalah milik kita bersama sebagai wujud rasa syukur setelah sebulan penuh berpuasa,” ujar Yusran di hadapan peserta.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang dinilai menunjukkan kekompakan seluruh elemen di Kota Baubau dalam menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.

“Semua ini terlaksana berkat kerja sama luar biasa dari seluruh masyarakat Kota Baubau,” katanya.

Meski berlangsung meriah, Yusran mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama pawai berlangsung, terutama saat melintasi jalan raya yang juga digunakan masyarakat umum.

“Saya berharap kepada semua peserta untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.

Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perayaan tidak menimbulkan risiko bagi peserta maupun pengguna jalan lainnya.

5 2

“Tanpa keamanan dan keselamatan, perayaan ini akan terlihat kurang baik di mata masyarakat,” lanjutnya.

Secara historis, tradisi takbir keliling di Indonesia telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari budaya Islam Nusantara dalam menyambut Idul Fitri. Tradisi ini berkembang dari praktik mengumandangkan takbir di masjid, kemudian meluas menjadi arak-arakan di jalan sebagai simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan.

Di tingkat global, tradisi menyambut Idul Fitri juga memiliki ragam bentuk, mulai dari takbiran di negara-negara Asia Tenggara hingga perayaan keluarga besar di Timur Tengah dan Afrika. Namun, takbir keliling dengan kendaraan hias seperti di Indonesia menjadi salah satu ciri khas yang unik.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga mulai menata pelaksanaan takbir keliling agar tetap menjaga nilai religius sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban umum.

baca juga:

  1. Penghuni Lapas Baubau Didominasi Kasus Narkotika, 284 Napi Dapat Remisi Idulfitri 1447 H
  2. Salat Idulfitri 1447 H Baubau Menyebar di 43 Kelurahan, Pemerintah Siapkan 111 Lokasi, Dua Lokasi Utama, Tema Khutbah Diseragamkan

Di Baubau, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar agama, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga, sekaligus memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.

Dengan semangat kebersamaan, pawai takbir keliling 1447 Hijriah di Kota Baubau menjadi simbol persatuan dan kegembiraan umat Islam, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara tradisi, keamanan, dan ketertiban publik.(*)

Visited 28 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *