BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 28 warga memanfaatkan layanan paspor pada hari libur melalui program Pelayanan Paspor Minggu Ceria (PASPORIA) yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Baubau di Lippo Plaza Buton, Minggu (9/8/2026). Layanan jemput bola tersebut menjadi bagian dari kampanye Imigrasi untuk Rakyat sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “28 Warga Urus Paspor di Lippo Plaza Baubau, Imigrasi Baubau Hadir Hari Minggu,”

Dari 28 permohonan yang diterima, sebanyak 23 merupakan permohonan paspor baru dan lima lainnya penggantian paspor. Pemohon datang dengan berbagai kebutuhan perjalanan, antara lain untuk umrah, wisata, serta persiapan keberangkatan ibadah haji. Sebelum pelaksanaan, Imigrasi Baubau telah melakukan sosialisasi melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat.
Kepala Seksi Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Baubau, Febrian Noor Iqtifar, S.Kom., M.A.P., mengatakan PASPORIA dirancang untuk menjawab kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Pelayanan pada Minggu memungkinkan masyarakat mengurus dokumen perjalanan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas rutinnya.
“PASPORIA ini merupakan wujud nyata kampanye Imigrasi untuk Rakyat. Kami hadir langsung di ruang publik dan tempat-tempat yang ramai agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan,” kata Febrian saat ditemui di Kantor Imigrasi Baubau, Senin (10/8/2026).
Menurut Febrian, pelayanan tidak ditujukan untuk mengejar jumlah pemohon. Fokus utama program adalah memperluas akses dan memperkenalkan berbagai layanan keimigrasian kepada masyarakat. Selain permohonan paspor, petugas juga memberikan informasi mengenai layanan keimigrasian lainnya.
Rangkaian pelayanan dimulai dengan pemeriksaan kelengkapan dokumen, dilanjutkan entri data, perekaman biometrik, dan pengambilan foto. Setelah seluruh tahapan selesai serta pembayaran dilakukan, paspor dapat diambil sesuai prosedur layanan, sekitar empat hari kerja.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sebelum kegiatan berlangsung, Imigrasi Baubau bersama pihak penyelenggara telah melakukan sosialisasi melalui media sosial Imigrasi,” ujar Febrian. Ia menilai pemilihan hari Minggu menjadi salah satu faktor yang membuat layanan tersebut lebih mudah dimanfaatkan masyarakat.
Pelayanan paspor di luar kantor merupakan bagian dari perkembangan layanan keimigrasian yang semakin menekankan kemudahan akses. Secara historis, paspor modern berkembang dari kebutuhan negara mengidentifikasi dan mengatur perjalanan lintas batas. Secara internasional, sistem paspor dan dokumen perjalanan semakin terstandar setelah Perang Dunia I, antara lain melalui konferensi internasional tentang paspor dan formalitas kepabeanan pada 1920. Di Indonesia, pengelolaan keimigrasian kemudian berkembang sebagai bagian dari administrasi negara, termasuk pelayanan dokumen perjalanan bagi warga negara Indonesia.
baca juga:
- GJI HUT RI ke-81, Barisan Pramuka Kota Baubau Tampil Penuh Semangat
- Lima WBP Berpeluang Bebas, Lapas Baubau Usulkan Remisi 317 Orang
Febrian berharap PASPORIA dapat menjadi sarana pelayanan yang lebih fleksibel dan relevan dengan mobilitas masyarakat. “Harapan kami, masyarakat merasa terbantu. Imigrasi bisa hadir lebih dekat dan masyarakat dapat mengakses layanan keimigrasian dengan lebih mudah,” katanya. PASPORIA merupakan program nasional Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk memperluas akses pelayanan publik di bidang keimigrasian sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(*)
baca berita lainnya:

Partisipasi terbesar diperkirakan terjadi pada Rabu (12/8/2026), ketika 196 barisan pelajar dijadwalkan tampil menggunakan seragam sekolah masing-masing. Jumlah tersebut menunjukkan kuatnya keterlibatan kalangan pendidikan dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus memperkenalkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.
Sehari sebelumnya, Selasa (11/8/2026), sebanyak 137 barisan akan membuka rangkaian GJI. Peserta terdiri atas 86 barisan Pramuka, 44 barisan Karang Taruna, dan tujuh Marching Band. Kehadiran kelompok-kelompok tersebut akan mengawali parade yang berlangsung di ruas-ruas jalan Kota Baubau.
Pada hari terakhir, Kamis (13/8/2026), giliran peserta dari beragam unsur masyarakat dan pemerintahan mengambil bagian. Data sementara panitia mencatat 142 barisan, terdiri atas 80 barisan kategori aksesori, 12 barisan mahasiswa dan alumni, 12 barisan organisasi, serta 38 barisan dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, BUMD, BUMN, dan instansi vertikal.
Panitia belum menetapkan angka final peserta untuk hari ketiga. Verifikasi masih dilakukan, khususnya terhadap data dari OPD, kecamatan, BUMD, BUMN, dan instansi vertikal. Dengan demikian, jumlah 142 barisan tersebut masih dapat bertambah ataupun mengalami perubahan setelah proses pendataan selesai.
“Data peserta masih kami verifikasi agar seluruh barisan yang tampil sesuai dengan kategori dan urutan yang telah ditetapkan,” demikian gambaran persiapan panitia sebagaimana tercermin dari proses finalisasi peserta menjelang pelaksanaan.
Jika angka sementara tersebut tidak berubah, total peserta selama tiga hari mencapai sedikitnya 475 barisan. Skala partisipasi itu memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan di Baubau tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, tetapi juga ruang partisipasi publik yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Secara historis, perayaan kemerdekaan Indonesia berpijak pada Proklamasi 17 Agustus 1945 yang menandai lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Delapan puluh satu tahun kemudian, berbagai bentuk perayaan di daerah, termasuk parade dan gerak jalan, menjadi sarana memperbarui ingatan kolektif tentang kemerdekaan. Dalam konteks global, tahun 1945 juga menjadi titik penting bagi kerja sama internasional setelah Perang Dunia II. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibentuk melalui Piagam yang ditandatangani pada 26 Juni 1945 dan mulai berlaku pada 24 Oktober 1945, memperlihatkan kuatnya semangat membangun tatanan dunia melalui kerja sama setelah konflik besar.
baca juga:
- GJI HUT RI ke-81, Barisan Pramuka Kota Baubau Tampil Penuh Semangat
- Dishub Baubau Siapkan 38 Personel Kawal Arus Lalu Lintas HUT RI ke-81
Di Baubau, semangat tersebut diterjemahkan melalui keterlibatan lintas kelompok dalam GJI. Panitia kini mematangkan urutan barisan dan kesiapan teknis di lapangan agar parade berjalan tertib dan lancar. “GJI diharapkan bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan semangat nasionalisme masyarakat,” menjadi pesan utama yang ingin dihadirkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.(*)



