Ramah Tamah dan Halal Bihalal Bapas Baubau Pasca Idul Fitri 1447 H Jadi Ajang Perkuat Koordinasi MitraRamah Tamah dan Halal Bihalal Bapas Baubau Pasca Idul Fitri 1447 H Jadi Ajang Perkuat Koordinasi Mitra

BAUBAU, BP – Upaya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendukung sistem pemasyarakatan terus didorong Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau melalui kegiatan ramah tamah dan halal bihalal pasca Hari Raya Idul Fitri yang digelar di Baubau, Selasa (31/3/2026). “Ramah Tamah dan Halal Bihalal Bapas Baubau Pasca Idul Fitri 1447 H Jadi Ajang Perkuat Koordinasi Mitra,”

Ramah Tamah dan Halal Bihalal Bapas Baubau Pasca Idul Fitri 1447 H Jadi Ajang Perkuat Koordinasi Mitra
Ramah Tamah dan Halal Bihalal Bapas Baubau Pasca Idul Fitri 1447 H Jadi Ajang Perkuat Koordinasi Mitra

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur mitra strategis, mulai dari aparat penegak hukum, lembaga keuangan, media, hingga tokoh masyarakat. Hadir di antaranya perwakilan Bank Rakyat Indonesia, kejaksaan Negeri Baubau, Lapas Baubau, BNN Baubau, Imigrasi Baubau, Polres Baubau, Pengadilan Baubau, serta jajaran internal Bapas Baubau.

Dalam forum tersebut, Kepala Bapas Kelas II Baubau Nasirudin menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antar lembaga sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

“Momentum Idul Fitri menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sekaligus memperkuat koordinasi kerja lintas sektor,” ujar Nasirudin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sinergi yang terbangun selama ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas pembinaan dan pengawasan warga binaan di wilayah Baubau.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh mitra. Tanpa kolaborasi yang baik, pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak akan berjalan optimal,” katanya.

Namun demikian, Nasirudin juga mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas kantor Bapas Baubau masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

“Kondisi kantor kami masih sangat sederhana. Kami berharap ada dukungan, baik melalui hibah maupun relokasi, agar pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Selain memperkuat jejaring kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi hasil karya warga binaan berupa produk olahan seperti kacang mete, keripik, dan kopi dengan label Butonik.

Produk tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian ekonomi yang bertujuan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Melalui produk ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi yang bisa dikembangkan secara produktif,” tambah Nasirudin.

Secara historis, konsep pemasyarakatan di Indonesia mulai diperkenalkan secara resmi pada 1964 oleh Menteri Kehakiman saat itu, Sahardjo, yang mengubah pendekatan sistem penjara menjadi sistem pembinaan berbasis kemanusiaan.

Transformasi tersebut kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan pentingnya pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Di tingkat global, pendekatan serupa juga berkembang melalui prinsip-prinsip yang diadopsi dalam “United Nations Standard Minimum Rules for the Treatment of Prisoners” atau yang dikenal sebagai Mandela Rules, yang menekankan perlakuan manusiawi dan rehabilitasi narapidana.

5 13

Dalam konteks tersebut, keberadaan Bapas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara warga binaan, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memastikan proses reintegrasi berjalan efektif.

Kegiatan ramah tamah ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, mencerminkan nilai spiritualitas yang menjadi bagian penting dalam momentum Idul Fitri sebagai ajang saling memaafkan.

Nasirudin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mitra apabila selama ini terdapat kekurangan dalam koordinasi maupun pelayanan.

“Kami menyadari masih ada kekurangan, untuk itu kami memohon maaf sekaligus membuka ruang perbaikan ke depan,” katanya.

baca juga:

  1. MoU Hukum Perdata dan TUN, Langkah Strategis Pemkab Buton Selatan Gandeng Kejari Buton
  2. Bebas di Kasus KPK, Samin Tan Kini Ditahan Kejagung, Aktivitas Tambang Samin Tan Diduga Terus Berlanjut Sejak 2017

 

Ke depan, Bapas Baubau berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat, termasuk dengan pihak swasta, guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya ketertiban sosial serta meningkatkan keberhasilan program pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan berakhirnya rangkaian pengamanan arus mudik, Polres Baubau menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) sebagai langkah awal memperkuat integritas dan kesiapan personel dalam menghadapi rutinitas tugas pelayanan publik. “Pasca Lebaran, Polres Baubau Perkuat Mental Personel Lewat Binrohtal,”

Pasca Lebaran, Polres Baubau Perkuat Mental Personel Lewat Binrohtal
Pasca Lebaran, Polres Baubau Perkuat Mental Personel Lewat Binrohtal

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, tersebut dipusatkan di Masjid Al Iman Polres Baubau dan dimulai pukul 08.30 WITA. Seluruh jajaran, mulai dari pejabat utama hingga anggota, mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat.

Binrohtal perdana pasca-Lebaran ini menjadi bagian dari strategi internal untuk memulihkan kondisi psikologis dan spiritual personel setelah menjalani tugas intensif selama Operasi Ketupat, yang setiap tahun menjadi agenda nasional dalam pengamanan hari raya.

Kapolres Baubau, Mayestika Hidayat, menegaskan bahwa momentum Idul Fitri harus dimaknai sebagai titik awal pembaruan diri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi harus menjadi refleksi untuk memperbaiki kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditempa selama bulan Ramadan, seperti disiplin, kejujuran, dan kesabaran, agar tetap menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

“Saya ingin nilai kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan yang kita latih selama Ramadan benar-benar tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan Binrohtal dilakukan secara serentak dengan tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Personel beragama Islam mengikuti kegiatan di masjid, sementara anggota Nasrani melaksanakan ibadah di ruangan terpisah yang telah disiapkan.

Kapolres menilai penguatan mental menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas emosi personel, terutama setelah menghadapi tekanan kerja selama masa pengamanan Lebaran yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

“Penguatan mental ini penting agar personel tetap profesional dan humanis dalam memberikan perlindungan dan pengayoman,” katanya.

Secara historis, kegiatan pembinaan rohani di institusi kepolisian telah menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Program ini berkembang seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi pasca-1998 yang menekankan pentingnya integritas dan pelayanan publik yang bersih.

Dalam konteks nasional, Operasi Ketupat sendiri merupakan operasi kemanusiaan yang rutin digelar Polri sejak dekade 1990-an untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Intensitas operasi ini meningkat signifikan seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat setiap tahun.

baca juga:

  1. Penghuni Lapas Baubau Didominasi Kasus Narkotika, 284 Napi Dapat Remisi Idulfitri 1447 H
  2. Aduan MAKI Mencuat, KPK Pastikan Status Tahanan Yaqut Sah Secara Hukum

Sementara itu, secara global, pendekatan pembinaan mental dan spiritual bagi aparat penegak hukum juga menjadi praktik umum. Di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, program serupa dikenal sebagai “wellness program” atau “spiritual support service” untuk menjaga kesehatan mental personel kepolisian.

Kegiatan Binrohtal di Polres Baubau berlangsung selama kurang lebih satu jam dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polres Baubau berharap dapat mengawali masa kerja pasca-Lebaran dengan semangat baru serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih profesional, humanis, dan berintegritas.(*)

Visited 37 times, 21 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *