Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 06 Mei 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 06 Mei 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 06 Mei 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret kontribusi TP-PKK dalam mendorong diversifikasi pangan berbasis bahan lokal, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Dalam kompetisi itu, TP-PKK Buton Tengah menampilkan inovasi kuliner berbahan dasar non-beras, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan keladi. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi sajian kreatif yang memiliki nilai gizi tinggi dan daya tarik visual.
Tiga menu unggulan yang disajikan adalah Singkong Gulung Pelangi, Gurame Optimis, dan Tumis Kangkung Infus Bawang Putih. Menu ini dirancang untuk menggugah selera sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal sebagai alternatif konsumsi masyarakat.
Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan nasional diversifikasi pangan.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang sehat, menarik, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat.
“Kami berharap masyarakat semakin terbuka untuk mengonsumsi pangan alternatif yang tersedia di daerah,” katanya.
Kehadiran kontingen Buton Tengah dalam ajang tersebut turut didampingi Staf Ahli PKK, Kartini Adam Basan, bersama jajaran pengurus lainnya yang aktif terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Ajang ini semakin bergengsi dengan keterlibatan chef profesional, Juna Rorimpandey, sebagai salah satu juri. Ia menilai kreativitas peserta menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.
“Inovasi dalam mengolah bahan lokal menjadi kunci utama, selain rasa dan penyajian,” ungkapnya.

Penghargaan juara 3 diserahkan oleh Ketua TP-PKK Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, didampingi Staf Ahli TP-PKK Sultra, Ratna Lada Hugua, kepada perwakilan TP-PKK Buton Tengah.
Secara historis, upaya diversifikasi pangan di Indonesia telah lama digaungkan pemerintah sejak era 1970-an melalui berbagai program ketahanan pangan nasional. Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mendorong negara-negara berkembang untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal guna menghadapi krisis pangan global.
Di tingkat daerah, Festival Bokori sendiri telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan pariwisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Sulawesi Tenggara kepada publik yang lebih luas.
baca juga:
- Pemkab Buton Tengah Bebaskan Empat ODGJ dari Pemasungan di Tiga Wilayah
- Lobi Pusat dan Provinsi, Bupati Buton Tengah Azhari Genjot Perbaikan Jalan
Keikutsertaan TP-PKK Buton Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara program pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui ajang tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal semakin meningkat, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.
Prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi TP-PKK Buton Tengah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan olahan pangan lokal yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.(*)


