Reses Anggota DPRD Baubau Hasan Basri Soroti Warga Kehilangan Bansos akibat Perubahan Status DesilReses Anggota DPRD Baubau Hasan Basri Soroti Warga Kehilangan Bansos akibat Perubahan Status Desil

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Perubahan status desil dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos) membuat sejumlah warga di Kota Baubau kehilangan bantuan yang sebelumnya mereka terima. Persoalan tersebut mengemuka dalam reses anggota DPRD Kota Baubau, Hasan Basri, SE, di Kecamatan Kokalukuna, Kamis (10/9), yang menyoroti sejumlah indikator dalam sistem pendataan pemerintah. “Reses Anggota DPRD Baubau Hasan Basri Soroti Warga Kehilangan Bansos akibat Perubahan Status Desil,”

Reses Anggota DPRD Baubau Hasan Basri Soroti Warga Kehilangan Bansos akibat Perubahan Status Desil
Reses Anggota DPRD Baubau Hasan Basri Soroti Warga Kehilangan Bansos akibat Perubahan Status Desil

Hasan mengatakan kondisi ekonomi keluarga tidak hanya dilihat dari satu indikator. Data anggota keluarga yang tercantum dalam satu kartu keluarga (KK) dan telah terintegrasi secara daring dapat memengaruhi posisi desil. Karena itu, ia meminta pembaruan data dilakukan apabila informasi mengenai pekerjaan atau kondisi keluarga sudah tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Sejumlah indikator yang disebut dapat memengaruhi perubahan desil antara lain kepemilikan kredit atau utang di bank, cicilan kendaraan bermotor, emas di Pegadaian, aktivitas belanja daring, serta tabungan dengan saldo di atas Rp15 juta. Kepemilikan sertifikat tanah, kendaraan lebih dari satu atau mobil, rumah permanen, pendapatan usaha, anggota keluarga berstatus ASN, BPJS Ketenagakerjaan, dan penggunaan listrik juga menjadi faktor yang disoroti.

Hasan secara khusus mempertanyakan dampak kepemilikan tabungan terhadap status penerima bansos. “Bagaimana kita sebagai masyarakat hanya dengan adanya saldo Rp15 juta, kemudian hilang tanggung pemerintah? Kita punya uang ini, kita boleh simpan di mana?” katanya. Ia menilai kondisi tersebut perlu dilihat secara utuh agar indikator administratif tidak serta-merta mengabaikan keadaan ekonomi nyata sebuah keluarga.

Persoalan sertifikat tanah juga menjadi perhatian. Hasan menilai terdapat kebutuhan untuk menyelaraskan kebijakan pendataan bansos dengan program pemerintah yang mendorong masyarakat memiliki sertifikat tanah, termasuk melalui program pendaftaran gratis. “Bagaimana masyarakat tidak punya sertifikat, sementara pemerintah sendiri membuka ruang untuk pendaftaran sertifikat secara gratis?” ujarnya.

Dalam konteks administrasi keluarga, Hasan juga mengimbau masyarakat yang telah mandiri dan membentuk keluarga sendiri untuk memisahkan administrasi keluarganya apabila memang kondisinya telah memenuhi ketentuan. Ia juga menyarankan perubahan data pekerjaan dalam KK jika sudah tidak sesuai. “Kalau di KK tercatat pekerjaan pegawai swasta, saya sarankan untuk kita rubah menjadi buruh harian atau pekerja lepas, kalau memang itu kondisi pekerjaan sebenarnya,” katanya.

Pendataan penerima bansos di Indonesia memang terus berkembang seiring digitalisasi administrasi kependudukan dan integrasi berbagai basis data pemerintah. Secara historis, pendataan kemiskinan nasional sebelumnya banyak bertumpu pada pendataan sektoral, kemudian berkembang menuju pemadanan dan integrasi data agar penyaluran program perlindungan sosial lebih terarah. Perkembangan serupa juga terjadi di berbagai negara yang menggunakan registri sosial dan integrasi data untuk menentukan kelompok yang berhak memperoleh bantuan.

baca juga:

  1. Sebar Video Pribadi Tak Pantas Mantan Kekasih Lewat WhatsApp ke Ibu dan Teman Sebagai Teror,
  2. Dana Kelurahan dan CSR Jadi Andalan Baubau Percepat Eliminasi AIDS, TB, Malaria

 

Hasan mengatakan persoalan tersebut akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut setelah reses melalui koordinasi dengan Dinas Sosial dan pemerintah terkait. “Kalau efisiensi, oke. Tetapi dampaknya seperti apa terhadap masyarakat? Maka saya minta kepada pemerintah, tolong kebijakan ini juga melihat kondisi masyarakat,” tegasnya. Ia berharap penerapan sistem desil tetap memperhatikan kondisi riil, asas manfaat, dan hak masyarakat dalam memperoleh perlindungan sosial.(*)

baca berita lainnya:

MIN 1 Baubau Tanamkan Keteladanan Rasulullah Lewat 500 Kali Salawat

BAUBAU, DURASITIMES.COM– Sekitar 1.000 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Baubau melantunkan salawat Nabi sebanyak 500 kali dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman madrasah, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi peringatan keagamaan, tetapi diarahkan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. “MIN 1 Baubau Tanamkan Keteladanan Rasulullah Lewat 500 Kali Salawat,”

MIN 1 Baubau Tanamkan Keteladanan Rasulullah Lewat 500 Kali Salawat
MIN 1 Baubau Tanamkan Keteladanan Rasulullah Lewat 500 Kali Salawat

 

Kepala MIN 1 Baubau Dra. Yuliana Donggi Hanas, M.Pd., mengatakan Maulid Nabi merupakan agenda tahunan yang tahun ini telah memasuki pelaksanaan kelima. Ia menyebut keterlibatan orang tua dan wali murid menjadi salah satu unsur penting dalam kelancaran kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Kita Wujudkan Generasi Madrasah yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.”

“Ini sudah yang kelima kalinya kita melaksanakan Maulid Nabi. Terima kasih kepada orang tua dan wali murid yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” kata Yuliana.

Sebelum rangkaian acara utama berlangsung, para siswa terlebih dahulu melantunkan salawat Nabi. Madrasah semula menargetkan 1.000 kali lantunan, tetapi siswa berhasil menyelesaikan 500 kali. Dengan jumlah peserta sekitar 1.000 siswa, capaian tersebut jika dikalkulasikan mencapai sekitar 500 ribu lantunan salawat secara keseluruhan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau H. Hasim Umar, S.Pd.I., yang hadir dalam kegiatan itu, menilai peringatan Maulid Nabi penting untuk menghubungkan kecintaan kepada Rasulullah dengan pembentukan karakter peserta didik. Menurut dia, keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari.

“Maulid Nabi merupakan momentum untuk meneladani dan mengikuti sifat serta keimanan Rasulullah kepada Allah SWT. Ini juga penting dalam memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya.

Selain Hasim, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kementerian Haji Buton Selatan Hj. Nurhayati, SE., Kepala Tata Usaha Kemenag Baubau, Kepala Seksi Bidang Madrasah Marwiyah, S.Pd.I., pengawas lingkup Kota Baubau, kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta Kepala Urusan Agama Kecamatan Murhum. Rangkaian kegiatan diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan salawat yang diikuti siswa serta keluarga besar MIN 1 Baubau.

2

Dalam konteks sejarah Islam, peringatan Maulid Nabi berkembang jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Kementerian Agama mencatat terdapat sejumlah versi mengenai awal tradisi tersebut, termasuk yang mengaitkannya dengan Dinasti Fathimiyah di Mesir maupun peringatan yang berkembang pada masa Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri di wilayah Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah.

baca juga:

  1. Hilirisasi Jambu Mete di Baubau Dibidik, Kementan Soroti Penyakit Tanaman
  2. 10 Kebakaran Lahan Melanda Baubau, Api Nyaris Capai Rumah dan Kabel Listrik, Damkar Minta

Di Nusantara, tradisi Maulid kemudian berkembang dalam beragam bentuk dan melahirkan karya keagamaan seperti Maulid Barzanji. NU Online mencatat teks karya Syekh Ja’far al-Barzanji menjadi salah satu bacaan Maulid yang populer di dunia Islam dan turut berkembang luas di Nusantara. Di MIN 1 Baubau, nilai historis dan keagamaan itu diterjemahkan melalui pembiasaan salawat serta keteladanan akhlak. “Tujuan kita melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW agar peserta didik kelak dapat meneladani sifat Rasulullah yang santun, rajin belajar dan memiliki semangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yuliana.

Setelah zikir dan salawat bersama, kegiatan ditutup dengan makan bersama. Para peserta menikmati beragam makanan khas lokal yang disiapkan keluarga besar MIN 1 Baubau sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan madrasah.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *