F01.2 Kapolsek dan Personil Polsek Lakudo bersama BPBD Buteng dan Dinas Kesehatan serta masyarakat saat evakuasi korbanKapolsek dan Personil Polsek Lakudo, bersama BPBD Buteng dan Dinas Kesehatan serta masyarakat saat evakuasi korban

Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Warga Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita atas nama Samila hanyut di laut, dengan kondisi telungkup dan terapung di perairan Desa setempat, Senin (30/1/2023).

F01.2 Kapolsek dan Personil Polsek Lakudo bersama BPBD Buteng dan Dinas Kesehatan serta masyarakat saat evakuasi korban
Kapolsek dan Personil Polsek Lakudo, bersama BPBD Buteng dan Dinas Kesehatan serta masyarakat saat evakuasi korban

Kapolsek Lakudo, IPTU Musrifin saat dikonfirmasi mengatakan, jenaza wanita yang berumur 44 tahun itu, ditemukan oleh petani rumput laut yang hendak mengikat agar-agarnya di perairan Desa Nepa Mekar. Setelah mendapatkan laporan tersebut, ia bersama personil langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Setiba dilokasi, kami jajaran Polsek Lakudo, bersma BPBD Buteng dan Dinas Kesehatan serta masyarakat setempat melakukan evakuasi terhadap korban menggunakan dua unit perahu untuk di bawa ke darat,” jelasnya

Lanjutnya, korban sendiri merupakan warga Desa Wongko Lakudo, Kecamatan Lakudo. Kemudian, usai dilakukan evakuasi korban langsung di bawa ke Puskesamas Lakudo untuk dilakukan visum. Sementara, hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit yang menangani bidang kesehatan jiwa, bahwa almarhum memiliki catatan rekam medik tentang kejiwaan.

“Dari hasil visum yang dilakukan pihak puskesmas lakudo tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, hanya saja mulut korban mengeluarkan busa saat dievakuasi ke daratan, yang diduga korban meninggal akibat tenggelam,” tururnya.

baca juga: Guru ASN P3K se Buteng Silaturahmi di Pantai Mutiara di Hadiri Kadis Pendidikan Buteng Abdullah

Untuk diketahui, sebelum ditemukan meninggal, korban masih sempat dilihat orang tuanya berada di rumah pada malam hari. Namun, subuh ketika orang tuanya hendak bangun sahur korban tidak dilihat lagi.(*)