BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan bersama. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Kritik Adalah Pengingat dalam Kepemimpinan, Warga Harus Bijak Bersikap,”

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, dalam pernyataan resminya ketika memberikan sambutan dalam kegiatan pembagian sembako pada ratusan warga Busel bersama Yayasan Muaz Indonesia yang menekankan pentingnya peran publik dalam menopang keberlanjutan pembangunan di daerah.
Menurut dia, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial dan kemajuan ekonomi di daerah.
Ia juga menilai, dukungan terhadap pemimpin tidak hanya penting di tingkat kabupaten, tetapi juga di level provinsi hingga nasional, termasuk kepada Andi Sumangerukka sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan pembangunan.
“Kita harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Dengan dukungan bersama, pembangunan akan berjalan lebih baik,” kata Bupati Adios, Sabtu 18 April 2026
Dalam konteks keterbukaan informasi yang semakin luas, ia mengakui bahwa kritik terhadap pemerintah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi modern. Menurutnya, perkembangan media digital telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih besar, sekaligus mempercepat arus informasi yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
“Di era media seperti sekarang, kita harus siap menerima berbagai pandangan. Bahkan kritik itu menjadi bagian dari pengingat dan amal,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kritik, baik yang konstruktif maupun yang bernada negatif, perlu disikapi secara arif agar dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sejarah menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam bentuk kritik dan dukungan telah menjadi pilar penting dalam sistem demokrasi. Di Indonesia, semangat keterbukaan semakin menguat sejak era Reformasi 1998 yang mendorong kebebasan berpendapat dan penguatan kontrol publik terhadap pemerintah.
Secara global, praktik serupa juga terlihat dalam tradisi demokrasi di berbagai negara, di mana kritik publik dianggap sebagai mekanisme checks and balances untuk menjaga akuntabilitas pemerintahan.
Dalam konteks lokal, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Buton Selatan berupaya mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat sebagai strategi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Bupati Buton Selatan H Muh Adios menambahkan, setiap masukan dari masyarakat dapat menjadi refleksi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif dan adaptif.
“Kritik adalah cermin. Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki demi pelayanan yang lebih baik,” ujarnya. Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, sehingga kritik yang disampaikan dapat memberikan dampak positif dan tidak menimbulkan perpecahan.
Dalam pernyataannya, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios SSos MBA menegaskan pentingnya dukungan kepada pimpinan daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Menurutnya, stabilitas dan kemajuan daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
baca juga:
- Sinergi Daerah dan KKP, HMNI Sultra Targetkan Seluruh Wilayah Terlibat Program KNMP Termasuk…
- Tahun 2026, PPKB Buton Selatan Fokus Kendalikan Penduduk dan Turunkan Stunting
“Kita harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Dengan dukungan bersama, pembangunan akan berjalan lebih baik,” ujarnya lagi..
Di akhir pernyataannya, Bupati berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif. “Dengan kebersamaan, doa, dan dukungan seluruh masyarakat, kita optimistis pembangunan di daerah ini akan terus berjalan dan membawa manfaat luas,” katanya.
Pemerintah daerah meyakini bahwa kolaborasi yang solid antara seluruh elemen masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.(*)
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan komitmennya untuk membuka akses pelayanan publik tanpa batas serta mendorong kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah tersebut. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Responsif Melayani Masyarakat,”
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan komitmennya untuk membuka akses pelayanan publik tanpa batas serta mendorong kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah tersebut. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Responsif Melayani Masyarakat,”

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial bersama yayasan Muaz Indonesia yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik yang lebih responsif dan akuntabel.
Dalam kesempatan itu, Bupati Adios menekankan bahwa jabatan yang diemban oleh setiap ASN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Selagi diberi amanah, manfaatkan untuk berbuat baik kepada masyarakat,” ujar Adios dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak membatasi akses masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Bahkan, rumah jabatan Bupati disebutnya terbuka bagi seluruh warga yang membutuhkan pelayanan.
“Saya tidak pernah membatasi. Masyarakat bisa datang kapan saja untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi mereka di Rujab Bupati,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati turut mengapresiasi kehadiran dan komitmen para pejabat daerah, mulai dari staf ahli, asisten sekretaris daerah, hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai aktif dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Amanah ini harus dijaga. Saya memilih orang-orang terbaik yang tidak hanya mampu, tetapi juga beriman, Pak Ustad,” katanya.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada jajaran TNI-Polri, termasuk unsur Batalyon TP 871 Lamaindo dan Brimob, serta aparat kecamatan seperti Camat Batauga dan Camat Siompu Barat yang dinilai menunjukkan kinerja positif dalam pelayanan masyarakat.
Bupati menilai, perubahan dalam tata kelola pemerintahan di Buton Selatan saat ini mulai menunjukkan hasil, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan pelayanan.
“Pelan-pelan kita benahi. Sekarang sudah terlihat perubahan, terutama dalam pelayanan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses bertahap yang konsisten dengan dukungan seluruh elemen pemerintahan.
Secara historis, upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia telah menjadi agenda penting sejak era reformasi, khususnya pascareformasi 1998 yang mendorong transparansi dan akuntabilitas birokrasi. Hal tersebut diperkuat melalui kebijakan nasional seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Di tingkat global, reformasi birokrasi dan pelayanan publik juga menjadi perhatian utama dalam agenda pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh United Nations melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-16 yang menekankan pentingnya institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif.
Dalam konteks tersebut, langkah Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dinilai sejalan dengan upaya nasional dan global dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Bupati H Muh Adios pun optimistis bahwa dengan komitmen, integritas, serta kedisiplinan ASN, pembangunan di Buton Selatan akan terus mengalami kemajuan yang signifikan.
baca juga:
- PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan…
- Buton Selatan Siap ‘Unjuk Gigi’ di Harmoni Sultra 2026, Persiapan Capai 90 Persen
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah, khususnya camat dan pimpinan OPD, untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan tanpa sekat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan diharapkan mampu menghadirkan birokrasi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dalam melayani masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.(*)



