Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 28 Juli 2026Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 28 Juli 2026

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 28 Juli 2026

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 28 Juli 2026 Versi PDF

 

 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 28 Juli 2026

01 7 02 8 03 8 04 8 05 8 06 8 07 8 08 8

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 27 Juli 2026
  2. Koran Online Baubau Post Edisi 23 Juli 2026

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kelurahan Sulaa, Kota Baubau, dipastikan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih. Program yang semula dijadwalkan berjalan pada Juli 2026 itu kini memasuki tahap finalisasi administrasi dan akan mulai direalisasikan setelah proses perubahan anggaran pemerintah selesai. Masyarakat nelayan berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus memperkuat perekonomian kawasan pesisir. “Kampung Nelayan Merah Putih di Sulaa-Baubau Segera Direalisasikan, Warga Optimistis Ekonomi Pesisir Bangkit,”

Kampung Nelayan Merah Putih di Sulaa-Baubau Segera Direalisasikan, Warga Optimistis Ekonomi Pesisir Bangkit
Kampung Nelayan Merah Putih di Sulaa-Baubau Segera Direalisasikan, Warga Optimistis Ekonomi Pesisir Bangkit

 

Pemerintah Kelurahan Sulaa optimistis program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keyakinan itu didasarkan pada tingginya ketergantungan warga terhadap sektor perikanan serta dukungan penuh dari masyarakat nelayan yang telah mengikuti sosialisasi bersama pemerintah kelurahan dan dinas terkait sebelum pelaksanaan dimulai.

Lurah Sulaa, Dinarti Pina, Kamis (23/7), mengatakan Kelurahan Sulaa dipilih karena memenuhi berbagai persyaratan sebagai kawasan pengembangan kampung nelayan. Wilayah tersebut berada di kawasan pesisir dan memiliki sekitar 100 kepala keluarga yang menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan.

“Sebagian besar mata pencaharian warga di sini adalah nelayan. Karena itu, kawasan ini memang sangat layak menjadi lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Dinarti.

Menurut Dinarti, hasil koordinasi dengan tim pelaksana menunjukkan bahwa program masih menunggu penyelesaian proses perubahan anggaran pemerintah. Meski demikian, pelaksanaan ditargetkan tetap berlangsung pada tahun ini setelah seluruh tahapan administrasi selesai.

“Setelah kami berkoordinasi dengan tim yang menangani Program Kampung Nelayan Merah Putih, mereka menyampaikan bahwa pelaksanaan masih menunggu proses perubahan anggaran. Insya Allah setelah proses tersebut selesai, program ini sudah bisa mulai berjalan tahun ini,” katanya.

Selama menunggu dimulainya pelaksanaan, aktivitas masyarakat nelayan di Kelurahan Sulaa tetap berlangsung normal. Pemerintah daerah memperkirakan implementasi program dapat dimulai pada Agustus mendatang setelah perubahan anggaran disahkan. Para nelayan berharap pembangunan yang dilakukan nantinya mencakup peningkatan sarana pendukung, penguatan produktivitas usaha perikanan, serta perluasan peluang ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami menyambut baik program ini karena diharapkan dapat meningkatkan hasil usaha nelayan dan memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan masyarakat pesisir,” ungkap salah seorang perwakilan nelayan dalam pertemuan sosialisasi yang digelar pemerintah kelurahan.

Secara nasional, Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang sejalan dengan arah kebijakan ekonomi biru (blue economy). Kebijakan tersebut mendorong pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil perikanan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Konsep serupa juga telah diterapkan di berbagai negara maritim, seperti Jepang, Norwegia, dan Islandia, yang berhasil membangun kawasan perikanan modern dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan penguatan kelembagaan nelayan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

baca juga:

  1. Imigrasi Baubau Luncurkan PASPORIA, Layanan Paspor Hadir di Hari Libur dan Pusat Keramaian
  2. PASPORIA Jadi Inovasi Baru Imigrasi Baubau, Sasar Warga yang Sibuk Bekerja, Buka Layanan Paspor di Hari Libur dan Tempat Keramaian
 

Dengan dukungan pemerintah, Dinas Perikanan, dan partisipasi masyarakat, Kelurahan Sulaa diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan kampung nelayan yang produktif dan berdaya saing. Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya diharapkan memperkuat sektor perikanan Kota Baubau, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.(*)

Visited 34 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *