Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 04 Mei 2026Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 04 Mei 2026

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 04 Mei 2026

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 04 Mei 2026 Versi PDF

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 04 Mei 2026

01 2 02 2 03 2 04 2 05 2 06 2 07 2 08 2

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 27 April 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 23 April 2026

Baca Berita Lainnya:

 

JAKARTA, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah konkret menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 yang diperkirakan berdampak pada produksi pangan nasional. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). “Bupati Buton Alvin Akakwijaya Perkuat Mitigasi Kemarau Lewat Rakornas Kementan,”

Bupati Buton Alvin Akakwijaya Perkuat Mitigasi Kemarau Lewat Rakornas Kementan
Bupati Buton Alvin Akakwijaya Perkuat Mitigasi Kemarau Lewat Rakornas Kementan

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menjadi salah satu kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan dengan strategi nasional menghadapi ancaman kekeringan.

Rakornas yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian itu dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan diikuti para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk sejumlah bupati di Sulawesi Tenggara.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya potensi kemarau berkepanjangan dengan curah hujan di bawah normal di sejumlah wilayah.

“Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini dapat mengganggu produksi pertanian dan berimplikasi pada ketahanan pangan nasional,” ujar Amran dalam forum tersebut.

Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur, mulai dari optimalisasi pengelolaan air irigasi hingga percepatan masa tanam serta penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan.

“Daerah harus bergerak cepat. Pompanisasi, pembangunan infrastruktur air, dan kesiapan data menjadi kunci utama menghadapi kemarau panjang,” tambahnya.

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam Rakornas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas pemerintahan.

“Kami hadir untuk memastikan kebijakan daerah sejalan dengan strategi nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buton akan menindaklanjuti hasil Rakornas dengan menyiapkan program mitigasi yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Rakornas juga menekankan pentingnya validasi data dari pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan program mitigasi kekeringan yang efektif dan tepat sasaran.

Seluruh peserta diminta menyusun usulan program yang telah diverifikasi, terutama terkait sektor pertanian dan irigasi di wilayah masing-masing.

Dalam forum tersebut, Bupati Buton turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Ma’mul Djamal, bersama sejumlah kepala daerah lain dari Sulawesi Tenggara seperti Bupati Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Buton Utara.

2 9

Secara historis, ancaman kemarau panjang bukan hal baru bagi Indonesia. Pada 2015, fenomena El Niño kuat menyebabkan kekeringan di berbagai daerah dan menurunkan produksi pertanian secara signifikan. Badan Pusat Statistik mencatat penurunan produksi padi nasional pada periode tersebut.

Di tingkat global, fenomena perubahan iklim juga telah meningkatkan frekuensi kejadian cuaca ekstrem. Laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa dekade terakhir menjadi periode terpanas dalam sejarah modern, dengan dampak signifikan terhadap sektor pangan di berbagai negara.

Kondisi serupa mendorong banyak negara memperkuat sistem ketahanan pangan melalui inovasi teknologi pertanian dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.

baca juga:

  1. Data Terbaru Program MBG di Buton: Jangkau 30.720 Penerima dan Serap 484 Tenaga Kerja Lokal
  2. Bantuan TJSL PT SMF Sasar 38 Rumah Tidak Layak di Kombeli- Buton Tahun 2026

Di Indonesia, pemerintah telah mengembangkan berbagai program strategis seperti pembangunan embung, irigasi modern, serta penggunaan benih unggul sebagai bagian dari adaptasi terhadap perubahan iklim.

Melalui Rakornas ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menghadapi potensi krisis pangan akibat kemarau panjang pada 2026.

Langkah antisipatif yang terencana dan berbasis data dinilai menjadi faktor kunci untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.(*)

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *