Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam 1448 HBupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam 1448 H

BUTON, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton menyalurkan santunan duka kepada 17 ahli waris warga yang meninggal dunia sebagai bagian dari program perlindungan sosial daerah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, dalam kegiatan Zikir Akbar dan Doa Bersama menyambut Tahun Baru Islam yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, Senin (13/6/2026). “Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam 1448 H,”

Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam 1448 H
Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam 1448 H

Bupati Buton mengatakan program santunan kematian merupakan salah satu implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurut dia, kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui bantuan sosial yang menyentuh kebutuhan warga.

“Saya berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan membantu keluarga kita yang sedang menghadapi kedukaan,” kata Alvin Akawijaya Putra saat menyerahkan santunan kepada para ahli waris.

Sebanyak 17 penerima santunan berasal dari lima kecamatan, yakni tujuh orang dari Kecamatan Pasarwajo, enam orang dari Kecamatan Siotapina, dua orang dari Kecamatan Lasalimu, serta masing-masing satu orang dari Kecamatan Kapontori dan Kecamatan Lasalimu Selatan. Setiap ahli waris menerima santunan sebesar Rp1 juta yang bersumber dari program Pemerintah Kabupaten Buton.

Dalam kesempatan itu, Alvin juga menyampaikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Buton yang dinilai berhasil mengawal pelaksanaan program santunan kematian. “Program ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Penyerahan santunan turut disaksikan Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, ST, Ketua TP PKK Kabupaten Buton Ny. Maimunah Moko Syarifudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton.

F01.3C

Secara historis, bantuan sosial bagi keluarga yang mengalami kedukaan telah menjadi bagian dari kebijakan kesejahteraan di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah pusat sejak lama mengembangkan berbagai skema perlindungan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi risiko sosial dan ekonomi, termasuk saat kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung rumah tangga.

Di tingkat internasional, sejumlah negara juga menerapkan program serupa dalam bentuk death benefit atau survivor benefit yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial untuk mengurangi dampak ekonomi akibat peristiwa kematian dalam keluarga.

baca juga:

  1. Buton Intensifkan Pembinaan Kafilah Jelang MTQ Sultra 2026 di Konawe
  2. Bawaslu Buton Raih Penghargaan KPPN atas Tata Kelola Keuangan Terbaik

Melalui penyaluran santunan duka yang dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap semangat solidaritas, kepedulian, dan gotong royong terus terpelihara di tengah masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pemerintah sebagai pelayan publik yang hadir dalam setiap situasi, termasuk saat warga menghadapi masa-masa sulit. (*)

baca berita lainnya:

BUTON, BAUBAUPOST.COM — Pemerintah Kabupaten Buton mengintensifkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggelar Pembinaan MTQ Tahun 2026 bagi qori, qoriah, hafiz, dan hafizah yang akan menjadi duta daerah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 12–14 Juni 2026, di salah satu hotel di Pasarwajo, Kabupaten Buton. “Buton Intensifkan Pembinaan Kafilah Jelang MTQ Sultra 2026 di Konawe,”

Buton Intensifkan Pembinaan Kafilah Jelang MTQ Sultra 2026 di Konawe
Buton Intensifkan Pembinaan Kafilah Jelang MTQ Sultra 2026 di Konawe

Pembinaan yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Buton bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Baznas Buton itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., mewakili Bupati Buton pada Jumat (12/6/2026). Hadir pula Plt Kepala Kemenag Buton Drs. La Diri, M.A., Ketua Baznas Buton, para asisten, kepala OPD, kepala KUA, serta pelatih.

Dalam sambutannya, Sekda Buton menegaskan bahwa pembinaan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. “Saya salut kepada penyelenggara, kepada Bagian Kesra dan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini yang bermuara pada peningkatan kualitas SDM Qur’ani,” ujar La Ode Syamsudin.

Ia menambahkan, penguatan literasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan sumber literasi utama yang membentuk karakter dan moral masyarakat. “Oleh karena itu, literasi harus kita kuatkan, dan sebaik-baik literasi itu adalah Al-Qur’an,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, Drs. La Diri, M.A., menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan keagamaan. “Para peserta akan menjadi duta-duta Kabupaten Buton dalam rangka MTQ Provinsi Sultra di Konawe,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Buton atas dukungannya terhadap pembinaan generasi Qurani.

Kemenag Buton menargetkan daerah tersebut mampu meraih prestasi pada MTQ Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 23–28 Juni 2026 di Kabupaten Konawe. Para peserta diharapkan memanfaatkan pembinaan secara optimal dengan bimbingan pelatih yang kompeten agar mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tenggara.

Secara historis, MTQ Nasional pertama kali diselenggarakan di Makassar pada 1968 dan sejak itu berkembang menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bangsa. Di tingkat internasional, berbagai negara seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Iran juga rutin menggelar kompetisi tilawah Al-Qur’an yang menjadi wadah pengembangan seni baca Al-Qur’an dan hafalan bagi generasi muda Muslim dunia.

baca juga:

  1. Bupati Buton Alvin Akawijaya Dukung UMKM di HUT ke-62 Sultra
  2. Angkat Heroisme Oputa Yi Koo, Barisan Pawai Budaya Buton Semarakkan HUT Sultra ke-62

Bagi Kabupaten Buton, pembinaan berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kafilah daerah. Kehadiran pemerintah, Kemenag, dan Baznas dalam proses pembinaan menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam membangun generasi Qurani yang berdaya saing dan berakhlak.

Melalui pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Buton berharap para peserta tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah di ajang MTQ Provinsi Sultra, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. “Insya Allah Kabupaten Buton akan menorehkan banyak prestasi pada MTQ Provinsi Sultra,” kata La Diri.(*)

 

Visited 25 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *